pltn-1

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tidak hanya bermanfaat untuk pemenuhan energi. Namun, PLTN juga bermanfaat untuk mendorong pengembangan industri.

Hal ini seperti dinyatakan Rosatom, perusahaan energi asal Rusia, menyatakan pengembangan PLTN akan memacu pertumbuhan industri.

“Pembangkit listrik tenaga nuklir tidak hanya tentang listrik yang bersih. Pembangunan PLTN dapat menjadi penggerak yang kuat untuk perekonomian suatu negara, memberikan peluang baru bagi perusahaan-perusahaan pembangunan, konstruksi, dan industri lainnya,” kata Kepala Rosatom Asia Tenggara Egor Simonov, dalam keterangan tertulis, di Jakarta awal bulan Desember lalu.

Menurutnya, pengembangan PLTN mampu menciptakan 70.000 tenaga kerja. Bukan hanya itu, adanya PLTN juga meningkatkan kemampuan ilmiah dan teknis sebuah negara.Rosatom sendiri, lanjut dia, berupaya untuk memanfaatkan kandungan lokal di semua negara dalam pembangunan PLTN.

Saat ini, Rosatom dan PLN berencana untuk mencari potensi wilayah untuk pembangunan PTLN. Kepala Perencanaan dan Pengadaan Mesin PLN Moch Praydianto mengatakan, PLTN akan memperkenalkan Indonesia dengan teknologi baru.

“Ratusan perusahaan Indonesia dapat berpartisipasi dalam proyek konstruksi PLTN. Di negara kita, tenaga nuklir bisa menciptakan lapangan kerja baru, memperkenalkan teknologi inovatif dan mengembangkan kompetensi baru,” tandas dia.

Saat ini Indonesia juga belum memiliki satu unit PLTN sekalipun, termasuk tidak ada kegiatan ekspor dan impor energi listrik di Indonesia. Namun demikian, isu pembuatan PLTN secara aktif telah dikaji oleh Pemerintahan Indonesia sejak tahun 1997. Pada tahun 2006, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mendukung pengembangan energi nuklir di Indonesia.

Daya Tarik Energi Nuklir

Energi nuklir menjadi daya tarik tersendiri bagi negara-negara berkembang berdasarkan sejumlah alasan yang objektif. Dengan dibangunnya PLTN, negara akan memperoleh sumber energi listrik secara independen, yang dapat memperkuat ketahanan energi negara. Sementara di bidang ekonomi, negara akan mendapatkan dorongan perkembangan yang sangat kuat, seperti tumbuhnya jumlah lapangan kerja di objek-objek pembangunan PLTN dan kemudian di PLTN yang telah berfungsi nantinya.

Dengan adanya PLTN, negara yang bersangkutan akan masuk ke dalam perkumpulan negara-negara dunia dengan teknologi paling mutakhir. Dengan kata lain, hal ini akan memengaruhi status negara tersebut di dunia. Selain itu, PLTN sebagai sebuah objek pembangkit listrik yang bekerja secara stabil dapat membuat negara memperoleh penghasilan melalui ekspor energi listrik ke negara-negara tetangga.

Berdasarkan program Pemerintah Indonesia, menjelang tahun 2025 akan dibangun empat unit PLTN. Kesepakatan kerja sama yang telah ditandatangani di ATOMEXPO tersebut secara langsung mengedepankan isu pembangunan PLTN di Indonesia dengan melibatkan perusahaan Rusia.

Dalam forum ATOMEXPO, delegasi Indonesia menunjukkan ketertarikan serius terhadap PTLN terapung Rusia dan pembangkit listrik bergerak lainnya. “Rosatom sedang menyelesaikan pembangunan PTLN terapung pertama di galangan kapal Baltiyskiy. Tahun depan PLTN itu akan diserahkan. Jadi, akan ada referensi teknologi untuk itu,” ujar Aleksandr Uvarov.

pltn-terapung

Pembangkit energi terapung dapat digunakan di daerah-daerah terpencil di pinggir laut atau sungai-sungai besar. Teknologi ini menjadi sebuah daya tarik besar bagi negara-negara kepulauan. Selain itu, PLTN terapung ini merupakan objek pembangkit energi mandiri dengan fasilitas tempat tinggal dan infrastruktur yang lengkap. Pembangkit listrik ini dapat dihubungkan ke infrastruktur-infrastuktur di pinggir pantai atau bahkan dilabuhkan di dekat pusat kebutuhan energi listrik.

PLTN terapung mampu memberikan pasokan energi listrik tidak hanya di titik-titik penduduk dengan akses terbatas saja, tetapi juga pada objek-objek industri skala besar di setiap wilayah perairan, seperti platform kilang minyak lepas pantai. Selain itu, PLTN terapung pun dapat bekerja di titik-titik rawan gempa.

Advertisements