Masyarakat layak mengapresiasi suksesnya Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur. Apalagi hanya berselang sehari. Sangat cepat…

Namun, sejumlah isu santer di publik , bahkan terdengar kabar bahwa para tersangka adalah pembunuh bayaran. Motifnya bisa bisnis dan lainnya.

“Bukan pembunuh bayaran, tapi ini perampokan. Jadi jangan asumsikan dulu. Jadi jelas itu perampokan disertai pembunuhan dan penyekapan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (28/12).

Menurut mantan Kapolda Jawa Barat ini, para perampok masuk ke kediaman Dodi Triono dengan menanyakan kamar utama yang ditempati korban.

“Setelah aksi itu dilakukan, Dodi baru datang dan langsung dimasukkan juga ke kamar mandi,” kata Iriawan.

Sebanyak 11 orang disekap di dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter tanpa ventilasi selama 17 jam di sebuah rumah mewah di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa kemarin. Enam orang tewas dan lima luka-luka dalam peristiwa ini.

Enam korban tewas, yakni pemilik rumah Dodi Triono (59) serta dua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9). Kemudian teman Gemma, Amel, serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.

Sementara lima korban selamat adalah dua anak korban bernama Zanette Kalila Azaria (13) dan Fitriani (23). Serta tiga asisten rumah tangga bernama Emi (41), Santi (22), dan Windy (23).

Dua tersangka ditangkap. Mereka adalah Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang. Ramlan tewas ditembak karena melawan aparat.

Kabar menyebutkan sesaat ketika diangkut ambulan salah satu RS Swasta, Ramlan Butarbutar sempat teriak “saya tidak terlibat, saya tidak terlibat,” kata Ariyan, saksi mata di sekitar kontrakan pelaku.

Nah, lantas benarkah Ramlan memang pelakunya? Kita berharap kepolisan segera mengungkap misteri ini…

Advertisements