Energi nuklir dipandang semakin penting berperan sebagai energi alternatif di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini mengemuka dalam Konferensi Tenaga Nuklir Asia (Nuclear Power Asia Conference) ke-6 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada akhir Januari lalu.

“Dukungan publik merupakan salah satu tantangan utama dalam pengembangan nuklir, tak hanya di Asia, namun juga secara global, terutama terkait isu keamanan serta tingginya biaya yang diperlukan,” ujar  Direktur Bisnis Internasional Rosatom, BUMN nuklir asal Rusia Nikolay Drozdov, Ahad (1/2).

Untuk itu, Rosatom mengajak pemerintah dan badan nuklir di masing-masing negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan edukasi dan pengetahuan tentang manfaat nuklir guna meningkatkan kualitas hidup manusia kepada masyarakat umum.

Di kawasan Asia Tenggara, Rosatom menjadi sebuah BUMN yang telah bekerjasama dengan Vietnam dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Selain itu, Rosatom juga telah bekerjasama dengan berbagai badan tenaga nuklir di Malaysia, Thailand, Myanmar dan Indonesia, untuk memberikan informasi terkait penggunaan nuklir dengan tujuan damai, termasuk memanfaatkan nuklir sebagai sumber energi.

“Rosatom mendukung Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam rencana pengembangan nuklir dengan menawarkan solusi terpadu yang meliputi manajemen industri dan keuangan, transfer keterampilan, manajemen regulasi dan infrastruktur, serta pendidikan penerimaan publik,” ujar Nikolay.

Wakil Presiden dari Jaringan Internasional Rosatom Ivan Dyboy mengatakan, meski nuklir menawarkan keuntungan di banyak aspek kehidupan manusia, kurangnya pengetahuan yang menyeluruh tentang nuklir telah memengaruhi persepsi publik.

“Dukungan publik menjadi sangat penting jika sebuah negara ingin mempertahankan program tenaga nuklir serta menjamin keamanan sektoe energi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

@RepublikaOnline

Advertisements