Ratusan ribu orang diungsikan menyusul merembesnya zat radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang rusak di wilayah timur laut Jepang. Sementara itu, petugas berusaha mendinginkan salah satu reaktor nuklir yang rusak agar radiasi tidak meleleh keluar.

Juru Bicara Pemerintah Jepang Yukio Edano, Minggu (13/3/2011), menyatakan, reaktor kedua di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang dioperasikan Tokyo Electric Power Co (Tepco) diduga dapat mengalami kehancuran parsial setelah diguncang gempa berkekuatan 8,9 skala Richter pada Jumat lalu.

Pemerintah Jepang telah mempersiapkan langkah antisipasi dini terhadap ancaman radiasi yang ditimbulkan. “Kehancuran parsial sangat mungkin terjadi. Kami memang tidak dapat secara langsung memeriksa bagian dalam reaktor, namun kami telah mengambil langkah-langkah dengan asumsi reaktor tersebut mengalami kehancuran parsial,” kata Edano kepada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi potensi tingkat radiasi yang ditimbulkan akibat kemungkinan terjadinya kerusakan parsial tersebut. Belum ada informasi pula terkait adanya peningkatan pengosongan wilayah di sekitar PLTN.

Hingga saat ini, 170.000 orang pada wilayah dalam radius 20 kilometer telah dievakuasi. Pakar nuklir Rusia, Yaroslov Shtrombakh, mengatakan, kebocoran reaktor nuklir itu dipastikan tidak akan separah yang pernah terjadi di Chernobyl, Rusia, pada tahun 1986. (Kompas.com)

Ledakan di PLTN Lukai 3 Orang

Tokyo Electric Power Co, Senin (14/3), mengatakan tiga orang pekerja terluka dan tujuh lainnya belum diketahui nasibnya setelah sebuah ledakan terjadi di pembakit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Dai-ichi.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano mengatakan sebuah ledakan hidrogen telah terjadi di Unit 3 PLTN Fukushima Dai-ichi. Ledakan tersebut sama dengan ledakan yang terjadi di unit lain PLTN tersebut.

Edano menambahkan warga yang tinggal di radius 20 kilometer dari PLTN telah diperintahkan untuk tidak meninggalkan rumah mereka pascaledakan tersebut.

Menurut Edano reaktor inti yang berisi batang nuklir masih dalam keadaan utuh dan baik. Pernyataan tersebut membantah adanya resiko radiasi yang mengancam lingkungan dan warga Jepang. Sebelumnya, lebih dari 180 ribu orang yang berada di dekat PLTN tersebut telah diungksikan (www.mediaindonesia.com)

 

 

Advertisements