Satu PLTN Meledak, 4 PLTN Jepang Dimatikan

Satu reaktor nuklir Jepang telah meledak sementara empat lainnya berstatus gawat darurat. Pemerintah Jepang telah mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tersebut.

Satu PLTN yang telah meledak adalah milik Tokyo Eletric Power Co. di Fukushima. Reaktor nuklir di kawasan Daiichi ini meledak dan menebar zat radioaktif yang kadarnya 1.000 kali kadar normal.

Empat PLTN itu diantaranya satu berada di Daini Unit. Ini merupakan PLTN pertama dalam sejarah Jepang. Sedangkan tiga lainnya berdekatan dengan kawasan Fukushima Daini.

Badan Energi Atom International (IAEA) mengatakan, sistem pendinginan reaktor nuklir itu tidak bekerja dengan baik karena mesin generator diesel terendam air akibat gelombang tsunami yang terjadi kemarin (11/3). Para pekerja PLTN telah berusaha mendinginkan reaktor tersebut namun tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda berhasil.

Asal tahu saja, Jepang mempunyai 54 reaktor nuklir. Sebanyak 10 diantaranya telah dipadamkan akibat gempa yang menguncang Jepang kemarin. (KontanOnline)

Jepang Darurat Nuklir

Gempa yang menggoncang Jepang mengakibatkan kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang dikelola Tokyo Electric Power Co. Sehingga pemerintah Jepang menetapkan darurat nuklir di Fukushima Tohoku, daaerah yang terletak 250 km utara Tokyo.

Reaktor no 2 di pembangkit Fukushima 1 mengalami kerusakan pada fasilitas pendingin. Matinya sistem pendingin menjadi perhatian serius. Sebab, meski telah dimatikan, reaktor nuklir masih memerlukan proses pendinginan. Demi menghindari kemungkinan terburuk pemerintah Jepang meminta warganya untuk mengungsi ke radius yang lebih aman.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yujio Edano mengatakan, perintah untuk evakuasi merupakan langkah antisipasi

“Perintah telah diumumkan kepada seluruh penduduk yang tinggal di radius kurang dari 3 kilometer untuk menyingkir dan siapa saja yang berada di radius tiga hingga sepuluh kilometer diminta tetap di dalam rumah,” ujarnya seperti dilansir AFP.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan telah memastikan tidak ada kebocoran radiasi nuklir di reaktor tersebut. Selain Fukushima, masalah juga dialami di reaktor nuklir lainnya di Miyagi, yang juga merupakan salah satu kawasan paling parah terkena dampak gempa.

Di reaktor nuklir Onagawa yang dioperasikan Tohoku Electric Power, api sempat menyala di gedung turbin yang terpisah dari reaktor. (HimpalaUnas.com)

Advertisements