SM/Adhitia A DIRIKAN TENDA: Tenda Keprihatian yang didirikan Masyarakat Reksa Bumi (Marem) di taman depan DPRD Kudus merupakan wadah informasi bagi warga yang ingin tahu lebih banyak tentang PLTN.(57)
http://www.gatra.comJepara, 26 April 2009 15:26
Warga Jepara membentangkan spanduk putih sepanjang 30 meter, berisi ribuan tanda tangan anti-PLTN warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Sabtu (25/4). Spanduk tersebut dibentangkan di alun-alun Jepara, tepat di depan Kantor Bupati Jepara Hendro Martojo.

Pemasangan dilakukan oleh perwakilan warga Desa Balong yang berjumlah puluhan, sebagai aksi lanjutan setelah ribuan orang melakukan aksi tanda tangan di atas spanduk sepanjang 500 meter di Jalan Jepara-Keling kilometer 22 untuk memperingati tragedi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl, Uni Sovyet (Ukraina) pada 26 April 1986.

Aksi damai tersebut bertujuan untuk membuktikan kepada semua pihak, bahwa warga Balong masih eksis dan tetap akan melakukan aksi tolak PLTN hingga titik darah penghabisan.

Selain itu, aksi tersebut juga bertujuan untuk menggugah kepedulian Pemkab Jepara yang dianggap tidak pernah peduli terhadap penolakan warga Balong.

“Sampai kapanpun kami tetap akan berjuang menolak PLTN dan semua warga Balong sepakat tidak akan pernah menghentikan perjuangan ini,” ujar Sekretaris Persatuan Masyarakat Balong (PMB), Makrus Ali Arifin mewakili warga Balong.

Ia berharap, adanya pemasangan spanduk berisi tanda tangan tolak PLTN di alun-alun Jepara dapat menggugah rasa kemanusiaan Pemkab Jepara untuk turut menolak rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria.

“Kami merasa, dari awal perjuangan warga Balong menolak rencana pembangunan PLTN hingga sekarang belum pernah mendengar Pemkab Jepara memberikan perhatiannya,” tegasnya.

Untuk itu, spanduk berisi ribuan tanda tangan tersebut perlu dibentangkan di depan Kantor Bupati Jepara agar aparat pemerintah tersebut melihat dan tergugah hatinya. “Selain itu, kami juga berharap masyarakat sekitar yang melihat spanduk ini akan ikut tergerak hatinya mendukung penolakan terhadap rencana pembangunan PLTN,” ujarnya.

Koordinator aksi tanda tangan tolak PLTN, Sardi El Bayano mengatakan, selama pemerintah belum menghentikan rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria, warga tidak akan berhenti melakukan aksi tolak PLTN.

Bahkan, sejumlah trik dan rayuan pemerintah melalui Batan yang menawarkan sejumlah bantuan berupa uang, pembiayaan pertanian dan peternakan, serta beasiswa tidak akan menggoyahkan keteguhan warga menolak PLTN.

Pemasangan spanduk berisi tanda tangan tersebut juga menarik perhatian warga yang sedang berolahraga atau warga yang kebetulan melintasi alun-alun. Bahkan, sejumlah warga tak sungkan untuk berhenti sebentar guna melihat spanduk tersebut. [TMA, Ant]

Advertisements