Nuclear Power Plant

Sabtu, 25 April 2009 | 10:46 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Alb. Hendriyo Widi Ismanto

JEPARA, KOMPAS.com — Sebanyak 2.500 warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memeringati tragedi Chernobyl, Sabtu (25/4).

Peristiwa tewasnya ratusan ribu jiwa akibat meledaknya PLTN di Moskwa itu menjadi momen perjuangan mereka menolak pembangunan PLTN Semenanjung Muria.

Warga dari enam dukuh itu mengadakan long march dari Desa Balong menuju Kantor Kecamatan Kembang yang berjarak sekitar lima kilometer. Mereka menduduki Jalan Raya Pati-Jepara untuk berdoa bersama dan menandatangani kain penyataan sikap menolak PLTN sepanjang 500 meter.

Sejumlah warga lain meminta para pengendara sepeda motor yang lewat turut bertanda tangan. Adapun para pemuda Desa Balong menempelkan stiker-stiker bertuliskan menolak PLTN di kaca sejumlah kendaraan roda empat.

Koordinator Aksi Penyataan Sikap Tolak PLTN Sardi Winata mengatakan, warga Desa Balong tetap menolak pembangunan PLTN Semenanjung Muria. Pasalnya, limbah PLTN itu membahayakan dan mematikan mata pencarian warga. “Kami berharap pemerintah memerhatikan suara rakyat dan tidak membangun PLTN di Desa Balong,” kata dia.

Advertisements