Senin, 20 April 2009 | 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Teknologi radiasi nuklir ternyata dapat dipakai untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pelapisan permukaan. Pemanfaatan teknologi tersebut bahkan dinilai ramah lingkungan dan jauh lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional.

Radiasi yang dipakai dalam proses pelapisan produk industri adalah radiasi untraviolet (UV) dan berkas elektron. Komponen utama bahan kimia pelapis pada proses konvensional terdiri dari komponen pembentuk lapisan (film forming components) dan komponen pembantu (auxiliary components). Sedangkan bahan pelapisan dengan pemadatan secara radiasi terdiri dari resin (prapolimer/oligomer tak jenuh), monomer, dan aditif.

Uraian di atas merupakan bagian dari orasi Sugiarto Danu dalam rangka pengukuhannya sebagai Profesor Riset bidang Polimerisasi Radiasi di Gedung Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Jakarta, Senin (20/4).

“Proses pelapisan ini diaplikasikan untuk berbagai produk industri, misalnya bahan bangunan seperti cat, mebel, otomotif, peralatan rumah tangga dan barang-barang cetakan,” kata Sugiarto yang adalah ahli peneliti utama bidang polimerisasi radiasi di BATAN.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi radiasi ini tidak mencemarkan lingkungan karena bahan pelarut yang pelapisnya tidak menggunakan bahan pelarut yang mudah menguap sehingga menimbulkan pencemaran udara. Sedangkan efisiensinya, katanya, ditunjukkan dengan pemadatan yang sangat cepat sehingga kapasitas produksi jauh lebih besar.

Memasuki era globalisasi dan kesadaran yang semakin tinggi tentang pentingnya lingkungan, berhasil memberikan dorongan untuk meluaskan penggunaan teknologi ini di masa datang, ungkap Sugiarto yang judul orasinya Status dan Perkembangan Aplikasi Teknologi Radiasi untuk Pelapisan Permukaan berbagai Produk Industri di Indonesia.

Dengan pengukuhan ini, Sugiarto yang menjadi orang 260 dalam Komunitas Peneliti Nasional dan Professor Peneliti ke-38 di BATAN. Dua peneliti BATAN lain yang juga dikukuhkan sebagai Profesor Riset adalah Suriah Pinem di bidang Fisika Reaktor Nuklir sebagai orang ke-261 dan 39 dan Sigit untuk Bidang Teknik Kimia urutan ke-262 dan 40. Mereka dikukuhkan oleh Kepala LIPI selaku Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset Umar Anggoro Jeni.
ONE

Advertisements