Golkar Tolak Pembangunan Reaktor Nuklir

Senin, 16 Februari 2009 | 20:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Golkar menegaskan tidak mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai sumber energi alternatif di Indonesia. Golkar mempertimbangkan mendukung pembangunan itu jika kemampuan sumber daya manusia Indonesia berstandar tinggi.

“Orang Indonesia agak lebih ceroboh daripada orang Jepang,” kata Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla, dalam diskusi ‘Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab’ di Hotel Four Season, Senin (16/2).

Sebelumnya, pemerintah berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Muria, Jawa Tengah. Rencana tersebut mendapat reaksi dari masyarakat dan anggota DPR. Masyarakat yang tinggal di Muria umumnya keberatan dengan pembangunan pembangkit listrik itu dengan alasan keamanan. “Orang Jakarta mengatakan saya suka itu energi tapi jangan dibangun di tempat saya, reaktornya di Muria saja,’ kata Kalla

Golkar, kata dia, memperhatikan reaksi masyarakat Muria. Apalagi, Pulau Jawa merupakan wilayah yang rawan gempa bumi. Sehingga, keamanan dan keberlangsungan pembangkit listrik tersebut tidak terjamin.

“Partai Golkar sekali lagi tidak setuju pembangunan reaktor nuklir ituuntuk sekarang ini. Kalau nanti sudah disempurnakan, boleh saja,” ujarnya.

KURNIASIH BUDI

Golkar Tolak Pembangkit Tenaga Nuklir
Ada dua alasan yang membuat Golkar menolak. Apa saja?
Senin, 16 Februari 2009, 16:17 WIB
Arfi Bambani Amri, Bayu Galih
Jusuf Kalla menaiki mobil tangki air Partai Golkar (Antara/ Saptono)

VIVAnews – Partai Golkar tidak setuju penggunaan nuklir sebagai alternatif pengganti energi fosil. Ketua Umum Partai Golkar, jusuf Kalla mengatakan nuklir sebenarnya pengganti energi yang disukai sekaligus dihindari masyarakat.

“Sekarang ini banyak yang mau menggunakan nuklir, tapi ada filosofi not in my back yard,” kata Kalla dalam dialog Golkar dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin 16 Februari 2009.

Alhasil, ketika pemerintah merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, demonstrasi pun bergulir. “Baru rencana dibuka lalu didemo,” kata Wakil Presiden itu.

Faktor lain yang membuat Golkar tidak setuju penggunaan energi nuklir adalah orang Indonesia yang cenderung ceroboh. “Orang kita memang dikenal sedikit ceroboh,” kata Kalla.

Dua hal itulah yang membuat Partai Golkar tidak setuju dengan pembangunan reaktor nuklir. “Tidak setuju untuk sekarang ini,” katanya.

• VIVAnews


Advertisements