sumber : http://www.kompas.com

Lagi, Bank Sentral Eropa Gelontorkan Euro
Selasa, 16 September 2008 | 16:31 WIB

FRANKFURT, SELASA – Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan telah menginjeksi pasar uang sebesar 70 miliar euro (99,8 miliar dollar AS) Selasa (16/8) untuk yang kedua kalinya dalam dua hari perdagangan setelah kolapsnya Lehman Brothers.

Operasi intervensi dalam sehari itu dimaksudkan untuk mempertahankan agar sesama bank melakukan pinjaman setelah bank investasi lehman Brothers menyatakan bangkrut Senin (15/9) lalu.

Operasi tersebut merupakan lanjutan dari tindakan injeksi pada hari sebelumnya sebesar 30 miliar euro oleh ECB, hal yang juga dilakukan sejumlah bank sentral di seluruh dunia. XVD

Lehman Menggoyang Dunia
Rabu, 17 September 2008 | 07:38 WIB

TOKYO, SELASA – Kejatuhan perusahaan sekuritas keempat terbesar AS, Lehman Brothers, memengaruhi banyak sekali simpul-simpul finansial di berbagai negara. Transaksi finansial lintas batas negara juga terganggu. Kejatuhan Lehman Brothers yang berusia 158 tahun itu membuat risiko investasi tersebar dengan sangat cepat.

Kekecualian terjadi untuk Bursa Efek Jakarta yang indeks harga sahamnya malah naik 1 persen pada saat bursa global berjatuhan.

Kebangkrutan Lehman Brothers adalah yang terbesar sepanjang sejarah kebangkrutan AS dengan total utang 613 miliar dollar AS dan aset 639 miliar dollar AS. Kebangkrutan terbesar berikutnya adalah Worldcom Inc (aset 126 miliar dollar AS) dan Enron Corp (aset 81 miliar dollar AS).

Kebangkrutan Lehman dipicu ketidakmampuan melunasi kewajiban sekitar 60 miliar dollar AS, miliki anak perusahaan, yang menular ke seluruh lini bisnis Lehman.

Bangkrutnya Lehman membuat otoritas keuangan di AS berjaga-jaga dan terpaksa menyuntikkan dana 70 miliar dollar AS ke pasar keuangan untuk menolong likuiditas lembaga keuangan. Bank Sentral Eropa (ECB) menyuntikkan dana 99,4 miliar dollar AS, Bank of England menyuntikkan 35,6 miliar dollar AS, Swiss National Bank menyiapkan dana 7,2 miliar dollar AS, dan Bank of Japan menyuntikkan 24 miliar dollar AS.

Suntikan dana bertujuan mencegah kehancuran yang lebih dalam. Dengan situasi panik, para investor sering memilih menarik dana investasi yang otomatis membutuhkan uang tunai segera. Suntikan dana juga bertujuan menjaga transaksi bisnis, seperti pembiayaan perdagangan lintas batas.

Jika ini tidak dilakukan, situasi kacau di sektor keuangan bisa mengganggu nadi perekonomian global. ”Dunia harus bekerja sama untuk mengatasi krisis,” kata Menkeu Inggris Alastair Darling.

Ini dilakukan karena kebangkrutan Lehman mengimbas ke lembaga keuangan dunia yang pernah memberi pinjaman pada Lehman. Kasus Lehman membuat para investor mencampakkan saham-saham dari perusahaan pemberi pinjaman itu dan mencampakkan saham perusahaan lain yang sedang goyang, seperti UBS (Swiss) dan AIG (AS).

Jadi santapan politik

Krisis Lehman juga menjadi santapan politik. Di Orlando, capres dari partai Republik, John McCain, mengatakan, ”Fondasi ekonomi AS tetap kuat meski ada krisis keuangan. Saya berjanji tidak akan membiarkan hal ini terulang,” kata McCain di Orlando, Florida, seraya mengatakan bahwa krisis keuangan dipicu penumpukan utang dan kurangnya regulasi di sektor keuangan. McCain menuduh praktik korupsi dan manipulasi di sektor keuangan sebagai penyebab kekacauan.

Dari Golden, Colorado, capres dari partai Demokrat, Barack Obama, menjadikan isu ekonomi salah satu faktor penting dalam Pemilu AS sebagai sarana menyerang McCain. Hal ini tidak lain karena kubu Republik menumpuk utang negara dalam delapan tahun terakhir dan di Senat AS, hanya kubu Demokrat yang gencar menuntut pengaturan sektor keuangan, tetapi tidak didukung kubu Republik.

”McCain, apa yang sedang Anda omongkan? Pada saat orang kehilangan pekerjaan, Anda mengatakan, fondasi ekonomi kuat. Ekonomi sudah hancur. Bagaimana Anda bisa mengatasi persoalan ekonomi jika tidak menyadari perekonomian sudah hancur dan tetap mengatakan fondasi ekonomi tetap kuat?” Obama menjanjikan pengaturan keuangan yang lebih ketat.

Pukulan pada kubu Republik makin gencar karena otoritas keuangan di AS tak membantu. Gubernur Bank Sentral AS (Fed) Ben Bernanke dan Menteri Keuangan Henry Paulson telah menegaskan tidak akan memberikan talangan pemerintah kepada Lehman. ”Saya tidak pernah mempertimbangkan untuk menggunakan uang para pembayar pajak untuk menyelamatkan Lehman,” ujar Paulson.

Sikap Paulson ini berbeda dengan enam bulan lalu ketika Fed memberikan pinjaman lunak sebesar 29 miliar dollar AS untuk membantu JP Morgan Chase dalam mengakuisisi Bear Strearns.

Sementara itu, dari London dilaporkan, perusahaan keuangan Barclays menyatakan minatnya membeli sebagian aset Lehman yang tergolong masih berharga. Sebelumnya, Barclays pernah membicarakan tentang rencana merger dengan Lehman, tetapi gagal. Barclays terlibat pembicaraan untuk mengambil alih Lehman, tetapi tiba-tiba mengundurkan diri pekan lalu.

”Barclays mengonfirmasikan sedang berdiskusi lagi dengan Lehman untuk mengakuisisi sebagian aset Lehman jika menarik untuk para pemegang saham Barclays,” demikian pernyataan dari Barclays di Bursa Efek London.

Harusnya bisa dihindari

Bersamaan dengan kebangkrutan Lehman, juga terjadi kebangkrutan lembaga keuangan AS besar lainnya, Merrill Lynch. Namun, lembaga keuangan ini, langganan warga superkaya dunia untuk menanamkan investasinya, beruntung. Bank of America memilih membeli Merrill Lynch ketimbang Lehman.

Namun, langkah penyelamatan itu tidak disambut baik semua pihak. Pihak manajemen lembaga keuangan Merrill Lynch digugat para pemegang saham yang berpendapat bahwa penjualan Merrill Lynch tidak adil.

Pemegang saham Merrill Lynch mengajukan gugatan terhadap CEO Merrill Lynch John Thain dan jajaran direksinya. Gugatan itu diprakarsai pemegang saham bernama Peter Miller dan sekelompok investor lainnya. Gugatan itu didaftarkan di pengadilan New York.

Pemegang saham berpendapat kerugian besar yang diderita Merrill adalah karena surat utang yang terkait subprime mortgage. Menurut mereka, kebangkrutan ini harusnya dapat dihindari, tetapi manajemen teledor dan gagal menghindari kerugian itu. (AP/AFP/Reuters/CNBC/joe)

http://www.kompas.com

Lehman Brothers Bangkrut, Investasi Nggak Ikut
Rabu, 17 September 2008 | 18:48 WIB

JAKARTA, RABU – Kebangkrutan bank investasi AS Lehman Brothers diperkirakan tidak akan mempengaruhi investasi asing di Indonesia. “Secara internasional akan mempengaruhi tapi untuk investasi langsung ke Indonesia tidak begitu terpengaruh, karena target kita adalah investasi langsung oleh perusahaan,” kata Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yus’an, di Jakarta, Rabu (17/9).

BKPM mengaku, optimistis target pertumbuhan investasi yang dipatok 15 persen tahun ini bisa tercapai dengan strategi promosi baru yang diterapkan. “BKPM sudah ada target investasi dan fokus negara mana saja serta bidang yang dipromosikan. Kita fokus berpromosi ke Jepang, Korea, AS juga terus kita promosikan,” ujarnya.

Untuk negara tertentu, lanjut Yus’an, BKPM memfokuskan promosi sektor khusus seperti Australia untuk investasi di sektor pertambangan, negara-negara Timur Tengah untuk bidang pariwisata dan pertanian.

Yus’an menambahkan realisasi investasi masih terus tumbuh positif. Ia menyebutkan realisasi investasi Januari-Juni yang tumbuh sebesar 160 persen dibanding pencapaian periode sama 2007 atau mencapai 6,56 miliar dollar AS.XVD

Lehan Getarkan Korporasi Global
Kamis, 18 September 2008 | 07:32 WIB

LONDON, RABU – Bursa saham global bergolak pada hari ketiga, Rabu (17/9). Lehman Brothers bangkrut karena keteledoran CEO Richard Fuld yang dijuluki si ”Gorila”. Kasus Lehman memberi efek domino pada korporasi keuangan global.

Ekonom Rizal Ramli mengatakan, risiko krisis global terhadap Indonesia adalah potensi berhentinya investor menanamkan modal di Indonesia. ”Ini kemudian akan diatasi dengan kebijakan menaikkan suku bunga, mengikuti resep IMF, dan melakukan intervensi di pasar uang untuk mencegah kemerosotan rupiah yang menguras devisa. Kisah sukses ekonomi makro yang diumbar pemerintah pun menjadi hambar,” katanya.

Ini adalah efek dari tsunami keuangan global dengan episentrum di AS, melibatkan mahaguru raksasa keuangan global. Ironis karena lembaga keuangan global itu menjadi bahan studi yang disusun Harvard Business Review dan diajarkan di sekolah-sekolah bisnis karena reputasi mereka. Semuanya hambar di mata investor. Investor kecil kemungkinan akan terselamatkan karena bantuan The Securities Investor Protection Corp (SIPC), pelindung investor kelas teri. ”Kami punya komitmen mencegah kekacauan pasar akibat kebangkrsutan Lehman,” kata Ketua Badan Pengawas Pasar Modal AS (SEC) Christopher Cox.

SIPC tak melindungi investor kelas kakap yang buru-buru menguangkan investasi antara lain di American Insurance General (AIG), salah satu penjual obligasi terbitan Lehman Brothers. Tidak kuat dengan serbuan itu, AIG terpaksa mendapatkan suntikan 85 miliar dollar AS.

Faktor CDS

Imbas kebangkrutan Lehman pada AIG antara lain terkait transaksi credit default swaps (CDS). Ini adalah instrumen pelapis risiko jika obligasi yang dibeli investor atau perusahaan tidak bisa dibayar penerbitnya (default). AIG menjual CDS terkait obligasi terbitan Lehman.

Imbas kasus Lehman tidak saja kepada AIG, tetapi juga menimbulkan kepanikan investor global yang memegang CDS terbitan perusahaan lain. HBOS, perusahaan pembiayaan perumahan Inggris, juga diserbu nasabah. Para pemegang CDS panik. George Soros, pialang internasional, beberapa bulan lalu mengingatkan krisis kepercayaan kepada CDS bisa menggoyang keuangan global dan kini terjadi.

Kolumnis AS, Bryan Zepp Jamieson, pada 20 Juli 2008 menyebutkan, volume CDS mencapai 64 triliun dollar AS, lima kali dari produksi domestik bruto (PDB) AS yang sebesar 13,7 triliun dollar AS. Total transaksi keuangan global terkait obligasi sekitar 700 triliun dollar AS, lebih dari 10 kali PDB global, sebuah ambang batas aman yang terlampaui jauh.

Krisis belum berakhir

Menurut Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn, kerugian akibat krisis keuangan mencapai 1 triliun dollar AS. Sejauh ini kerugian yang terlihat baru 350 miliar dollar AS. Karena itu, Strauss-Kahn mengatakan, krisis finansial global belumlah berakhir. Masih banyak lagi bank yang akan tutup dan terbuka kemungkinan perusahaan investasi lain mundur dari bisnis. ”Faktanya, masih ada beberapa bank lagi di AS yang sedang dalam proses restrukturisasi. Hendaknya kita semua tidak panik walau keruntuhan Lehman membawa ketidakpastian. Pasar finansial masih belum akan tenang dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Gubernur Bank Sentral Italia Mario Draghi yang juga anggota Dewan Direktur Bank Sentral Eropa mengatakan, dampak krisis keuangan itu membutuhkan puluhan tahun untuk bisa diatasi. Draghi memperkirakan, kini lembaga keuangan global memerlukan suntikan dana sebesar 500 miliar dollar AS dan kemungkinan tidak semua bank bisa mendapatkan itu. Itu juga sebabnya Draghi mengingatkan turbulensi masih berpotensi besar untuk terjadi.

Analis lain mengatakan hal senada bahwa pasar finansial masih akan bergejolak. ”Sistem finansial masih akan terus bergolak karena kepanikan investor,” demikian peringatan analis dari CMC, Iain Griffiths.

Faktor keserakahan

Ada keuntungan dari gejolak keuangan yang membuat investor setidaknya untuk sementara berhenti berspekulasi. Hal itu menolong penurunan harga minyak jenis Brent yang mencapai 91,70 dollar AS. Dalam dua hari belakangan ini harga minyak sudah turun 10 dollar AS.

Presiden AS George W Bush menyatakan, kesediaan mengatur perilaku lembaga keuangan sebuah perubahan drastis. Sebelumnya Bush mendukung penuh liberalisasi pasar yang sudah diingatkan ekonom AS, Paul Krugman, bahwa sikap itu berbahaya.

Calon presiden dari Partai Republik, John McCain, mengecam keserakahan Wall Street untuk meraup keuntungan besar dengan bermain pada investasi berisiko tinggi, termasuk CDS, yang tak diatur sama sekali. Namun, kecaman McCain ini ditertawakan capres dari Demokrat, Barack Obama, yang mengatakan, krisis ini adalah buah kinerja Republik delapan tahun terakhir.

Para pemimpin bisnis juga menyadari risiko investasi yang liar, tak diatur hukum, sikap yang menguat setelah kebangkrutan Lehman Brothers. ”Saya yakin kasus Lehman memberi pelajaran bagi pasar untuk berhati-hati,” kata William Brandt Jr, Ketua Development Specialists Inc.

Kerusakan sudah muncul yaitu berupa potensi penurunan pertumbuhan ekonomi. Namun, ekonom mengatakan, walau krisis keuangan ini adalah yang terburuk sejak tahun 1930-an, perekonomian global tak akan jatuh terlalu dalam.

”Keadaan perekonomian akan buruk dan bertahan buruk,” kata John Shoven, Direktur Stanford Institute for Economic Policy Research. ”Namun, ini adalah pil pahit yang lebih bagus kita telan ketimbang ekonomi hancur lebih dalam,” kata Shoven.JOE

Pemerintah AS Guyur 85 Miliar Dollar AS ke AIG
Raksasa Asuransi AIG menjadi sponsor kesebelasan Manchester United

var so = new SWFObject(‘http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf’,’mpl’,’298′,’225′,’8′);so.addParam(‘allowscriptaccess’,’always’);so.addParam(‘allowfullscreen’,’true’);so.addVariable(‘height’,’225′);so.addVariable(‘width’,’298′);so.addVariable(‘file’,’rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/’);so.addVariable(‘image’,’http://tv.kompas.com/images/stories/080916_n.jpg’);so.addVariable(‘id’,’080916_n’);so.write(‘player’);

Rabu, 17 September 2008 | 10:12 WIB

WASHINGTON, SELASA – Pemerintah Amerika Serikat akhirnya setuju memberikan talangan sebesar 85 miliar dollar AS untuk menolong perusahaan raksasa asuransi American International Group Inc. Demikian pernyataan Bank Sentral AS, Federal Reserve, Selasa (16/9) waktu setempat.

Menurut The Fed, Departemen Keuangan AS mendukung penuh langkah tersebut. “Pemerintah akan memperoleh 79,9 persen saham AIG,” sebut The Fed.

Tindakan itu merupakan upaya untuk mencegah krisis AIG merembet ke sistem finansial lainnya yang saat ini dalam keadaan rapuh. “Presiden menudukung kesepakatan yang diumumkan Federal Reserve, malam tadi,” kata Juru Bicara Gedung Putih Tony Fratto.

Langkah ini, ujarnya, diharapkan bisa memberikan ketenangan terhadap pasar finansial dan membatasi dampak kerusakan terhadap perekonomian. EDJ

Advertisements