http://www.technologyindonesia.com/

Indonesia termasuk negara yang boros energi. Elastisitas pertumbuhan konsumsi energi terhadap pertumbuhan domestik brutto (PDB) rata-rata dalam rentang tahun 1991 – 2005 mencapai 2,02 dan menunjukan bahwa pertumbuhan PDB masih bergantung pada pertumbuhan konsumsi energi yang besar. Angka elastisitas energi ini lebih buruk dari pada negara – negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Untuk mencapai elastisitas energi < 1 (satu) pada tahun 2025 seperti yang dicita-citakan oleh Pemerintah Indonesia, selain menggenjot pertumbuhan PDB, diperlukan usaha untuk menghambat pertumbuhan konsumsi energi. Dengan program – program pengelolaan pemanfaatan energi yang lebih baik, diharapkan bahwa pertumbuhan konsumsi energi tersebut dapat mencapai nilai optimum yang lebih kecil dari keadaan sekarang.

PENGELOLAAN PEMANFAATAN ENERGI
Pengelolaan energi yang baik didasarkan pada prinsip – prinsip konservasi energi, efisiensi energi, dan diversifikasi energi.

Konservasi energi merupakan usaha untuk menghentikan penghamburan/ pemborosan pada pemanfaatan energi. Contoh konservasi energi antara lain;

1. Mematikan lampu / alat listrik saat tidak digunakan
2. Menyetel AC pada temperatur yang nyaman dan tidak terlalu dingin
3. Mematikan kerangan air dengan baik
4. Membersihkan AC, memperbaiki pipa ventilasi yang bocor, dan lainnya

Langkah – langkah konservasi energi melibatkan pemanfaatan teknologi dan yang paling penting adalah perubahan sikap masyarakat dalam menggunakan listrik.
Efisiensi energi menitikberatkan pada penghematan konsumsi pada pemanfaatan energi yang sudah mulai tidak boros. Contoh usaha efisiensi energi antara lain;

1. Penggunaan lampu dan peralatan listrik hemat energi secara baik dan benar
2. Penggunaan teknologi untuk mengoptimumkan pemanfaatan energi, seperti cogeneration atau combined heat and power (CHP)

Diversifikasi energi merupakan usaha untuk memanfaatkan sumber – sumber energi sebagai alternatif pengganti sumber energi primer. Salah satu energi alternatif adalah energi terbarukan misalnya energi surya, angin, air, dan biofuel.

KONSEP PEMANFAATAN ENERGI OLEH PT.ENERGY MANAGEMENT INDONESIA
PT. Energy Management Indonesia (PTEMI) dalam melakukan pengelolaan energi, saat ini mengembangkan mengembangkan suatu sistem pengelolaan energi yang menggunakan prinsip tersebut di atas, dari konservasi, efisiensi, sampai diversifikasi. Sistem pengelolaan (manajemen) energi ini dianggap perlu karena biasanya:

1. Semua usaha penghematan biasanya dilakukan situasional
2. Adanya kecenderungan munculnya efek “snob”. Yaitu perilaku individu atau agregat yang menggunakan energi yang sudah dikonservasi untuk hal – hal yang tidak perlu, sehingga secara akumulatif tidak terjadi penghematan energi.
3. Adanya perubahan internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi usaha pengelolaan energi.

Terdapat paling tidak tiga aspek pokok yang menjadi landasan dalam pengembangan tersebut, antara lain :

1. Perubahan perilaku, baik dari individu maupun agregatnya
2. Kesesuaian antara teknologi yang digunakan dengan kondisi yang ada
3. Keberlanjutan

Dalam menerapkan pengelolaan energi baik di sektor industri, transportasi, maupun di gedung – gedung perkantoran, PTEMI selalu mengedepankan identifikasi terhadap titik pemborosan, maupun peluang penghematan yang ada. Identifikasi ini dilakukan secara bertahap dan dilakukan secara terus menerus, sehingga dapat dimanfaatakan sebagai dasar pengelolaan energi secara berkelanjutan. Identifikasi berupa audit terhadap konsumsi energi.
PTEMI sejak didirikan pada tahun 1987 sebagai PT. Konservasi Energi Abadi (KONEBA) mempunyai audit energi sebagai core business-nya. Dari hasil dari audit energi di sejumlah bangunan di Indonesia, PTEMI dapat mengumpulkan data dan informasi tentang rata – rata Intesitas Konsumsi Energi (IKE) beberapa jenis bangunan di Indonesia:

Dari audit yang telah dilakukan masih didapatkan titik pemborosan dan peluang penghematan, sampai dengan 30%. Target awal konservasi dan efisiensi di gedung perkantoran adalah 200 kwh/ m2/ tahun.

Di sektor industri, khususnya industri kecil menengah (IKM), PTEMI dapat mengumpulkan data dan informasi tentang rata – rata Intensitas Konsumsi Energi;

Setelah melakukan identifikasi melalui audit, dilakukan analisis untuk mencari cara yang yang tepat untuk menghentikan pemborosan dan memanfaatkan peluang penghematan yang ada. Cara – cara tersebut dapat dikategorikan berdasarkan biaya yang dikeluarkan, antara lain:

1. Tanpa biaya (zero cost); cenderung merupakan perubahan perilaku
2. Biaya rendah; penggantian kabel usang, penggantian lampu, dsb
3. Biaya tinggi; pemasangan absorption chiller, dsb

Proses penghematan baik itu konservasi maupun efisiensi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Proses ini dapat dijalankan secara paralel dengan pencarian alternatif sumber energi, sehingga ketergantungan terhadap sumber energi utama dapat dikurangi.

Advertisements