http://www.kompas.com
Selasa, 5 Agustus 2008 | 01:12 WIB

Serang, Kompas – Pemerintah merencanakan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN di daerah pantai utara Banten. Saat ini pemerintah tengah mengkaji tiga lokasi yang akan dipilih untuk pembangunan PLTN tersebut.

Rencana pembangunan PLTN itu diungkapkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah seusai mengikuti peringatan Isra Mi’raj di Pendapa Gubernur Banten, Senin (4/8) kemarin.

”Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) sudah menyampaikan rencana pembangunan PLTN itu ke Pemprov Banten dan kami menyambut baik rencana itu,” katanya menjelaskan.

Menurut rencana, PLTN akan dibangun di daerah pantai utara (pantura) Banten. Daerah pantura Banten dipilih dengan alasan memiliki potensi alam yang memadai, dengan laut yang relatif tenang dan jauh dari potensi tsunami.

Saat ini sudah ada tiga lokasi yang menjadi pilihan tempat pembangunan PLTN. Di antaranya di daerah Pulau Panjang dan Bojonegara, yang termasuk wilayah Kabupaten Serang.

Gubernur mengatakan, saat ini Batan masih melakukan pengkajian calon lokasi PLTN. ”Sekarang sedang dilakukan kajian dulu, tapi Pemprov Banten juga meminta agar rencana pembangunan itu disosialisasikan dulu kepada masyarakat. Sehingga diharapkan tidak akan ada kesalahpahaman,” katanya.

Lebih jauh, Pemprov Banten sudah mendapat jaminan dari para pakar Batan bahwa keberadaan PLTN tidak akan merusak lingkungan. Pasalnya, pembangunan PLTN sudah melalui kajian dalam waktu yang relatif panjang. Dalam kajian itu, Batan juga sudah memperhitungkan dampak keberadaan PLTN.

Meski demikian, Gubernur meyakini pembangunan PLTN akan lebih banyak manfaatnya daripada dampak negatifnya.

”Lihat saja di Jepang. Di sana ada 54 PLTN dan selama ini baik-baik saja. Itu salah satu bukti, nuklir tidak akan membuat kerusakan,” katanya.

Selain memproduksi listrik, lanjut Atut, nuklir juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan peternakan. (NTA)

Advertisements