http://www.infonuklir.com

Diposting oleh agusrial on 2008/7/31 23:59:30 (34 reads)
Info Terakhir / Latest

Banten akan segera memanfaatkan teknologi nuklir untuk pertanian, panas bumi, dan sumberdaya air. Demikian dikatakan Gubernur Propinsi Banten, Ratu Atut pada kesempatan pertemuan dengan Tim Teknis BATAN, Selasa (29/07/2008) di Pendopo Kantor Gubernur Banten. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Kepala BATAN dengan Wakil Gubernur Banten pada tanggal 13 Maret 2008. Pemerintah Daerah Propinsi Banten telah menyepakati akan bekerja sama dengan BATAN dalam penerapan teknologi nuklir untuk meningkatkan potensi sumberdaya yang yang dimiliki Banten bagi peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan rakyat Banten.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir (PDIN) – BATAN, Ir. Ferly Hermana, MM menyampaikan bahwa BATAN saat ini telah berhasil mengembangkan teknologi nuklir, baik yang bersifat terapan maupun teknologi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai tujuan. Teknologi terapan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat langsung karena sifatnya yang mudah ditiru dan diadopsi, seperti untuk pertanian dan peternakan, sedangkan teknologi tinggi dapat dimanfaatkan oleh kalangan industri, paramedis maupun pebisnis. “Penerapan teknologi nuklir tersebut sudah dilaksanakan BATAN di berbagai daerah melalui kerja sama yang intensif dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta”, kata Ferly Hermana.

Sementara itu, Kepala Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) – BATAN, Dr. Zainal Abidin, Dipl.Geo menjelaskan bahwa sudah selayaknya Banten melakukan pendataan terhadap kekayaan sumber panas bumi untuk mengetahui seberapa besar potensi panas bumi yang ada di wilayah tersebut. “Data-data potensi panas bumi ini sangat penting untuk menarik para investor menanamkan investasinya dalam pembangunan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) di Banten”, tegas Zainal Abidin. Di wilayah Banten terdapat dua lokasi yang memiliki potensi sumber panas bumi yakni di Gunung Karang dan Gunung Endut. Namun, potensi yang ada tersebut perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan apakah mempunyai nilai keekonomian untuk dikembangkan sebagai PLTP.

Terkait dengan adanya krisis listrik, Kepala Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN) – BATAN, Dr. Ir. A. Sarwiyana Sastratenaya mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan perencanaan untuk memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan (EBT), karena sumberdaya energi fosil seperti minyak bumi sudah menipis dan harganya meningkat terus. Peningkatan harga minyak bumi akan membawa akibat terjadinya reaksi berantai karena sebagian besar listrik yang diproduksi berasal dari pembakaran minyak bumi. Hal ini akan sangat mempengaruhi harga-harga komoditas lainnya. Nuklir menjadi salah satu sumber EBT yang akan dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak.

Lebih lanjut, Sarwiyana mengatakan bahwa PLTN pertama akan dibangun di Semenanjung Muria Jepara dan diharapkan sudah dapat memproduksi listrik pada tahun 2017. Rencananya, di lokasi tersebut hingga tahun 2025 akan dibangun 4 unit PLTN dengan kapasitas daya sekitar 4000 MWe. Karena kapasitas lokasi untuk menampung PLTN memiliki keterbatasan, maka akan dicari alternatif lokasi lainnya untuk meningkatkan kontribusi tenaga nuklir dalam pembangkitan listrik di masa yang akan datang. “Wilayah Banten memiliki potensi yang cukup besar sebagai calon lokasi PLTN, namun terlebih dahulu harus dilakukan survei untuk memperoleh data-data calon tapak yang memenuhi persyaratan yang ditentukan”, imbuh Sarwiyana.

Gubernur Banten yang didampingi pejabat dinas teknis terkait menyambut baik adanya rencana kerja sama antara Banten dengan BATAN. Diharapkan kerja sama ini dapat dimanfaatkan kedua belah pihak untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan rakyat. Terkait dengan rencana survei calon tapak PLTN, Banten telah menyiapkan dua lokasi, yaitu Tanjung Bontang dan Pulau Panjang. Sejalan dengan rencana survei lokasi calon tapak PLTN, Gubernur meminta kepada BATAN untuk terlebih dahulu melakukan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat luas untuk meminimalisir pemahaman yang salah di masyarakat. Gubernur akan membantu sosialisasi tersebut setiap kali ada event-event pertemuan dengan masyarakat. Untuk hal tersebut, Gubernur memerintahkan pejabat teknis yang terkait di lingkungan Pemda Banten, untuk segera mengadakan pembahasan secara teknis dengan BATAN sebelum nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua pimpinan lembaga tersebut. Nota kesepahaman direncanakan akan ditandangani pada bulan Agustus 2008. (Eko MP)

Advertisements