esdm.go.id
SABTU, 26 JANUARI 2008 00:00 WIB
Prioritas pembangunan PLTN di pulau Jawa. Sebab, di Jawa konsumsi listrik nasional paling besar. Pembangunan PLTN di Jawa selain mengatasi permintaan pertumbuhan listrik juga mengurangi ketergantuan kepada energi fosil.   ‘Prioritas pembangunan PLTN di pulau Jawa. Karena pertumbuhan kebutuhan listrik dipulau Jawa tinggi,’ ujar Evita H Legowo, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Teknologi dan SDM kepada situs esdm.go.id di Jakarta, Jumat (25/1). Saat ini Muria, Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi yang layak untuk PLTN.

Diungkapkan oleh SAM ESDM Bidang Teknologi dan SDM Evita H Legowo bahwa Indonesia menghadapi permintaan energi yang tinggi. Pertumbuhan permintaan energi mencapai 7-8 persen per tahun. ‘Sedang rasio elektrifikasi 63 persen. Artinya masih ada sekitar 37 saudara kita yang belum menikmati listrik,’ papar Evita H Legowo.

PLTN, menurut Evita H Legowo, mampu menghasilkan energi listrik yang besar dengan bahan bakar relatif sedikit dibanding pembangkit berbahan bakar fosil atau energi terbarukan. Selain itu unit PLTN umumnya memiliki kapasitas lebih besar dibanding pembangkit berbahan bakar lain selain itu juga dalam  pemakaian bahan bakar PLTN relatif lebih sedikit.

Sebagai gambaran, untuk PLTN berkapasitas 1000 MW dengan faktor kapasitas (capacity factor-cf) 75 persen membutuhkan sekitar 33 ton uranium. Untuk kapasitas yang sama setiap tahun PLT BBM memerlukan 10 juta barel, PLT Batubara membutuhkan 2,1 juta ton batubara, PLT Gas mengkonsumsi 64 miliar kaki kubik gas dan PLT Surya membutuhkan areal 25 ribu hektar.

Advertisements