http://www.tempointeraktif.com
JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan PT PLN (Persero) bisa menghemat dana minimal Rp 5 triliun dalam program penghematan energi pada tahun ini.

Menurut Sri, pemerintah tidak akan meminta PLN menyetor duit hasil penghematan energi itu. Uang tersebut akan digunakan pemasok setrum milik negara itu untuk menambah kapasitas pasokan listrik, khususnya di luar Jawa. “Saat ini permintaan listrik masih lebih tinggi dibanding pasokannya,” katanya dalam diskusi terbatas dengan para editor media massa, di Jakarta, Selasa malam lalu.

Melonjaknya beban subsidi energi, yakni subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, yang terpicu oleh kenaikan harga minyak di pasar internasional telah memaksa pemerintah menggencarkan program penghematan konsumsi energi, termasuk listrik. Di luar penghematan, pemerintah berencana menaikkan harga BBM untuk mengatasi membengkaknya subsidi energi.

Direktur Utama PLN Fachmi Mochtar optimistis bisa melebihi target penghematan Rp 5 triliun seperti yang dipatok pemerintah. Target sebesar itu bisa diperoleh dari penghematan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar dengan cara mempercepat penggunaan gas sebesar 200 milion cubicfeet (mmcf) untuk menggantikan minyak solar (high speed diesel. PLN juga akan menambah 100 mmcf gas. “Target Rp 5 triliun ini hanya untuk tahun ini. Tahun depan kami mentargetkan penghematan bisa mencapai Rp 10 triliun,” katanya di Sumedang, Jawa Barat, kemarin.

Selain Muara Tawar, penghematan digenjot dari PLTGU Cilegon. Kapasitas pembangkit ini sebetulnya 740 megawatt, tapi yang dihasilkan baru 400 megawatt. Sedangkan gas yang digunakan 80 mmcf dari 120 mmcf yang dibutuhkan. “Untuk memenuhi kebutuhan ini, kami menjajaki kerja sama dengan PGN dan salah satu anak perusahaan daerah Banten,” katanya.

Seruan penghematan pemakaian energi yang diserukan pemerintah mulai membuahkan hasil. Menurut juru bicara PLN, Ario Subijoko, program penghematan energi sudah membuahkan hasil yang lumayan. Selama dua minggu terakhir konsumsi listrik turun 200 megawatt. “Kami maunya minimal 500 megawatt,” katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin.Padjar Iswara | AMIRULLAH | Rana Akbari Fitriawan

Advertisements