Ekonomi / Investasi
16/03/2008 23:00 WIB
Di Balik Kisruh Adam Air
AHMAD MUNJIN

INILAH.COM, Jakarta – Industri penerbangan makin kisruh. Adam Air ditinggal investornya. Sebuah bukti bahwa industri ini membutuhkan komitmen kuat, baik dari sisi profesionalisme dan kekuatan modal.
Pengamat Hukum Penerbangan, Kamis Martono, mengatakan dalam bisnis penerbangan setidaknya ada dua hal penting. Keduanya yakni kebutuhan modal yang besar serta komitmen terhadap profesionalisme.
“Modal besar semula diharapkan dari PT Global Transport Service. Kemudian perusahaan dari grup Bhakti Investama itu mundur. Akibatnya, dia bingung, terus penumpangnya jadi acak-acakan kan. Artinya faktor modal dan profesionalisme itu dua hal yang tidak bisa dikesampingkan di bisnis penerbangan,” papar K Martono kepada INILAH.COM, Minggu (16/3) malam.
Ia berpendapat, pemerintah harus turun tangan dalam arti membina. “Bagaimana pun juga Adam Air itu milik warga negara Indonesia,” katanya. “Artinya, itu kewajiban pemerintah untuk membina, jangan dibiarkan bangkrut seperti itu.”
Pemerintah, lanjutnya, sebagai regulator jangan cuek terhadap kinerja penerbangan. Sebaliknya pihak pengelola harus mentaati regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah. Agar, tidak ada hubungan yang erat antara murahnya tarif dengan ancaman terhadap keselamatan penumpang.
Kasus PT Adam SkyConnection (Adam Air) ini menjadi salah satu contoh kisruhnya bisnis penerbangan saat ini. Hal ini terkait rencana PT Global Transport Service (GTS), anak perusahaan PT Bhakti Investama (Bhakti) Tbk menarik 50% kepemilikan sahamnya. Aksi GTS itu dipicu dugaan penurunan kinerja keselamatan penerbangan (safety) maskapai itu dalam beberapa bulan terakhir.
Pembelian 50% saham Adam Air oleh Bhakti Investama dilakukan April 2007 melalui konsorsium dengan rinciannya, GTS 19% dan PT Bright Star Perkasa 3% yang terafiliasi ke Bhakti. Menurut Gustiono, saham GTS senilai Rp147,5 miliar.
AdamAir memang tengah dirundung masalah menyusul terjadinya sejumlah kecelakaan pesawat-pesawatnya yang menyita perhatian publik. Kecelakaan ini memicu ancaman dari Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal yang akan mencabut izin terbang Adam Air jika tak kunjung meningkatkan aspek keselamatannya.
Sebelumnya, pesawat Adam Air jatuh di Perairan Majene, Sulawesi, awal Januari tahun 2007. Tidak lama sesudah itu, pesawat Adam Air mendarat tidak mulus (hard landing) di Bandara Juanda, Surabaya.
Peristiwa di Adam Air ini menambah kelam bisnis penerbangan nasional di tengah masih berlakunya larangan terbang dari Uni Eropa. Sementara di sisi lain akan ada maskapai penerbangan baru di era pasar global industri penerbangan.
Berdasarkan data Centre for Asia Pasific Aviation (CAPA), sedikitnya 10 maskapai penerbangan baru akan segera menerbangi rute-rute di kawasan Asia Pasifik. Muka baru di industri penerbangan ini termasuk maskapai penerbangan berbiaya murah atau dikenal low cost carrier (LCC).
Tahun ini sedikitnya lima rencana usaha patungan (joint venture) antara lain yang melibatkan maskapai Lion Air dengan SkyAirWorld (maskapai dari Australia). Maskapai baru yang akan muncul adalah V Australia dari Virgin Island dan Kiwijet dari Selandia Baru. [E1/I4]

Ekonomi / Sektor Riil
17/03/2008 14:41 WIB
Bobroknya Faktor Keselamatan AdamAir Dibongkar
M HUSNI NANANG

INILAH.COM, Jakarta – PT Bhakti Investama membuka bobrok faktor keselamatan yang kerap kali terjadi pada maskapai penerbangan AdamAir. Tidak hanya pilot yang tidak berpengalaman, tapi juga spare part yang tidak memenuhi standar.
Kebobrokan itu disampaikan kuasa hukum Bhakti Investama Hotman Paris Hutapea dalam jmpa pers di Kantornya, Gedung Summit Mas, Jakarta, Senin (17/3). Jumpa pers itu dihadiri Direktur Keuangan AdamAir Gustiono Kustianto.
Minimnya faktor keselamatan dan kebobrokan manajemen AdamAir, kata Hotman, ditemukan lembaga audit penerbangan independen dari AS, MARSH, yang sudah dipecat pada 22 Mei 2007 oleh manajemen AdamAir.
“AdamAir sebenarnya ada kebobrokan masalah keselamatan. Selama ini AdamAir sangat riskan sekali terhadap keselamatan, terbukti ada calon pilot yang direkomendasikan AdamAir tidak tahu manual pesawat. Jadi calon pilot tidak tahu. Tapi ada lagi pilot yang lulus tapi tidak pernah menerbangkan pesawat,” beber Hotman.
Bahkan, imbuh dia, ada pilot yang sudah 10 tahun tidak berkecimpung lagi di dunia penerbangan dan pengetahuan penerbangannya sudah banyak yang lupa.
“Pembelian spare part juga tanpa sertifikasi. Belum lagi ada oknum yang tidak melaporkan penghasilan yang sebenarnya,” kata dia.[L5]

Ekonomi / Sektor Riil
17/03/2008 15:40 WIB
AdamAir Berpotensi Rugikan Negara Rp 50 M
M HUSNI NANANG

INILAH.COM, Jakarta – Manajemen AdamAir ternyata memiliki tanggungan sebesar Rp 50 miliar kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI). Karena gonjang-ganjing di tubuh AdamAir, negara berpotensi mengalami kerugian.
Tanggungan itu diungkapkan Direktur Keuangan AdamAir Gustiono Kustianto dalam jumpa pers di kantor kuasa hukum Bhakti, Hotman Paris Hutapea, Gedung Summit Mas, Jakarta, Senin (17/3).
Gonjang-ganjing melibatkan dua kubu pemegang saham AdamAir antara Bhakti Investama sebesar 50 persen dan keluarga Adam (pengelola manajemen operasional) sebesar 50 persen.
Dua opsi yang disiapkan adalah, AdamAir tetap berjalan dengan dibenahi dulu secara umum mengingat banyaknya kebobrokan di dalam manajemen. Kedua, pihak Bhakti berkomitmen menjual 50 persen sahamnya kepada keluarga Adam seharga Rp 100 miliar dari yang seharusnya Rp 157,5 miliar.
“Dana itu pun bisa dibayar di belakang setelah ada perbaikan manajemen. Bukan seperti yang diberitakan belakangan bahwa Bhakti terkesan lari,” kata Gustiono.
Kesepakatan ini berdasarkan surat yang ditandatangani oleh keduabelah pihak pada 13 Maret 2008 di salah satu hotel di Jakarta.
Hingga 14 Maret 2008, posisi uang cash adam air sebesar Rp 45 miliar. “Dana sebesar itu mungkin hanya akan bisa bertahan beroperasi sekitar 10 hari lagi. Dana itu untuk membayar biaya asuransi dan pembayaran ke pemilik pesawat,” kata Gusti.
Karena hingga saat ini AdamAir belum membayar biaya asuransi dan sewa 22 pesawat, maka yang beroperasi tinggal 7 pesawat. Itu pun belum dibayar biaya asuransinya. Sementara kewajiban AdamAir hingga Februari 2008 sebesar 22 juta dolar AS.
Menurut Gustiono, pihak Bhakti meminta AdamAir berhenti beroperasi mulai hari ini untuk memperbaiki manajemen terlebih dahulu.
Gusti yang ditempatkan Bhakti di AdamAir mengatakan, posisi dia sebetulnya Direktur Keuangan AdamAir, tapi tugasnya dikebiri. “Saya tidak malu mengatakan bahwa saya telah dikebiri,” katanya.
Menurutnya, sejak menjadi dirkeu, semua proses dana yang masuk ke rekening bank diketahui olehnya, namun dana masuk cash seperti pembelian barang dari vendor sampai keputusan membeli barang tidak dilakukan check and balance. “Pembayaran dari pihak luar secara cash atau check bisa tidak dilaporkan atau di luar kontrol dirkeu,” katanya.[L5]

Ekonomi / Sektor Riil
17/03/2008 18:48 WIB
AdamAir Hentikan Operasional 21 Maret
M HUSNI NANANG

INILAH.COM, Jakarta – Manajemen AdamAir kemungkinan menghentikan sementara seluruh operasionalnya pada 21 Maret 2008 nanti. Penghentian operasional terkait notice of cancelation dari pihak asuransi yang jatuh tempo pada tanggal tersebut.
“Itu (asuransi) belum dibayarkan, di mana berdasarkan aturan penerbangan, setiap pesawat terbang yang dioperasikan wajib diasuransikan. Maka ada kemungkinan mulai 21 Maret 2008, AdamAir akan menghentikan sementara kegiatan operasional penerbangan,” ungkap Presdir AdamAir Adam Aditya Suherman.
Adam menyampaikan hal itu dalam jumpa pers yang digelar usai pertemuannya dengan Dirjen Perhubungan Udara Dephub Budhi M Suyitno di Gedung Dephub, Jakarta, Senin (17/3).
Penghentian sementara operasional itu, kata Adam, sampai ada keputusan dari pemegang saham mengenai pembayaran premi asuransi tersebut.
Diakui Adam, manajemen memang terlambat membayar asuransi karena kondisi keuangan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan. “Jadi sekali lagi tanggal 21 Maret kemungkinan kita hentikan sementara operasional,” tegas Adam.
Terkait PT Global Transport Services (GTS) dan Bright Star Perkasa (BSP), perusahaan afiliasi Bhakti Investama yang memiliki 50 persen saham AdamAir, Adam memastikan kedua perusahaan tersebut masih pemegang saham AdamAir.
Sebab hingga saat ini manajemen belum menerima dokumen legal yang menyatakan kedua perusahaan tersebut mundur dari AdamAir. Sebelumnya, pihak Bhakti Investama juga telah membantah pihaknya lari dari tanggung jawab.
Saat ini AdamAir masih mengoperasikan 8 unit dari 22 unit pesawatnya. Pesawat tersebut melayani 5 rute perjalanan.[L5]

Ekonomi / Sektor Riil
17/03/2008 19:14 WIB
AdamAir Yakinkan Karyawan Tak Terabaikan
M HUSNI NANANG

INILAH.COM, Jakarta – Mulai 21 Maret 2008 nanti, AdamAir memutuskan penghentikan sementara operasionalnya. Namun manajemen meyakinkan nasib karyawan tidak akan terabaikan.
“Pihak manajemen akan berusaha semaksimal mungkin hak-hak karyawan dipenuhi. Namun kita kembalikan pada pemegang saham. Mau diapakan?” kata Presdir AdamAir Adam Aditya Suherman dalam jumpa pers usai bertemu Dirjen Perhubungan Udara Dephub Budhi M Suyitno di Gedung Dephub, Jakarta, Senin (17/3).
Dalam pertemuan dengan Dirjen Perhub Budhi M Suyitno, kata Adam, pihak Dephub bersedia menjadi fasilitator untuk menyelesaikan polemik antara pemegang saham untuk kepentingan karyawan dan pihak ketiga.
Terkait dengan tudingan Bhakti Investama bahwa manajemen tidak memperhatikan kredibilitas pilot yang diangkatnya, Adam menampik. Selama ini, kata Adam, proses perekrutan pilot melibatkan pihak ketiga, yakni Dephub.
“Jadi yang meloloskan semuanya Dephub. Jadi kalau terjadi pilot tidak jelas, yang pegang sertifikasi kan Dephub. Jadi itu bukan urusan kita,” cetus Adam.
Terkait dengan pengurangan jadwal penerbangan AdamAir, Adam menjanjikan kepada calon penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket melakukan refund full tanpa dikenakan biaya sedikit pun, baik pembelian tiket melalui agen perjalanan maupun kantor cabang atau perwakilan AdamAir di seluruh Indonesia.
“Sedangkan bagi mitra travel agent AdamAir dapat menarik kembali uang jaminannya di kantor cabang perwakilan AdamAir di seluruh Indonesia,” kata dia.[L5]

Ekonomi / Sektor Riil
17/03/2008 16:44 WIB
AdamAir Diminta Perhatikan Karyawan
M HUSNI NANANG

INILAH.COM, Jakarta – Dirjen Perhubungan Udara Dephub Budhi Muliawan Suyitno mengingatkan manajemen AdamAir agar bersikap lebih bijaksana dengan memperhatikan nasib karyawan dan penerbangnya. Jangan sampai konflik yang terjadi di tubuh pemegang saham berdampak mereka dan operasional penerbangan.
Budhi mengkhawatirkan, jika perseteruan itu tidak segera dibenahi, secara psikologis akan sangat mengganggu para penerbang.
Pemegang saham boleh saja saling ribut, tapi karyawan tolong diperhatikan. Jangan sampai itu berpengaruh pada operasional mereka, terutama penerbang dan karyawan. Karena bila kerja mereka terganggu, akan terjadi kecelakaan dan yang menjadi korban penumpang,” katanya di Gedung Dephub, Jakarta, Senin (17/3).
Soal tersendatnya operasional AdamAir, Budhi mengatakan, sampai saat ini belum mendapatkan surat resmi dari pihak manajemen. Namun berdasarkan temuan dan laporan seputar manajemen AdamAir, dalam waktu dekat ini akan diumumkan apakah dibekukan atau tidak.
Ditegaskan, ada beberapa alasan mengapa AdamAir dibekukan. Salah satunya belum dibayarnya asuransi dari sejumlah pesawat yang dioperasikan. Artinya, kata Budhi, tanpa dibekukan oleh regulator, AdamAir juga tidak akan berani beroperasi.
“Bagaimana mungkin dia mau operasikan pesawat, kalau asuransinya saja belum dia bayar. Untuk mengoperasikan pesawat itu harus dilengkapi asuransi,” tegasnya.[L5]

Ekonomi / Strategi
18/03/2008 23:55 WIB
Adam Air yang tidak Adem
IWAN ULHAQ PANGGU

INILAH.COM, Jakarta – Hampir lima tahun beroperasi, AdamAir berkali-kali mengalami kecelakaan. Jika akhirnya tutup, maskapai ini bisa tercatat dengan frekuensi tragedi yang cukup tinggi.
KRI Tanjung Dalpele yang mengangkut ratusan orang bergerak menuju perairan Majene. Kapal yang berangkat dini hari pada Sabtu 3 Februari 2007, itu tiba di lepas pantai Mejene pukul 04.00, dan langsung menurunkan jangkar di tengah lautan. Tepat pukul 07.00 semua penumpang bergerak menuju sisi kapal, dan melempar bunga ke laut.
Itu adalah acara tabur bunga yang dilakukan para keluarga dan kerabat penumpang pesawat Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan KI-574 yang membawa 102 penumpang dan awak pesawat, termasuk kapten pilot Refri A Widodo, hilang dalam penerbangan dari Surabaya ke Manado saat seluruh dunia merayakan Tahun Baru 1 Januari 2007. Kotak hitam ditemukan di kedalaman 2000 meter pada 28 Agustus 2007. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 102 hilang dan dianggap tewas.
Pesawat tersebut milik perusahaan penerbangan PT Adam Sky Connection Airlines, sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah yang berbasis di Indonesia. Maskapai penerbangan ini didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono dan mulai beroperasi pada Desember 2003 dengan penerbangan perdana ke Balikpapan.
Saat pertama diluncurkan, AdamAir mengklaim bahwa mereka menggunakan Boeing 737-400 baru. Belakangan, ternyata pesawat Boeing mereka sebenarnya merupakan sewaan yang telah berusia lebih dari 15 tahun. Boeing telah menghentikan produksi 737-400 selama beberapa tahun.
Pada 9 November 2006, Adam Air menerima penghargaan Award of Merit dalam the Category Low Cost Airline of the Year 2006 dalam acara 3rd Annual Asia Pacific and Middle East Aviation Outlook Summit di Singapura.
Siapa sangka kalau kemudian pesawat-pesawat milik perusahaan penerbangan tersebut terus-menerus mengalami kecelakaan. Terakhir pada 10 Maret 2008, pesawat AdamAir KI-292 Boeing 737-400 jurusan Jakarta-Batam tergelincir di landasan Bandar Udara Hang Nadim, Batam.
Roda pendaratan pesawat patah setelah menghantam keras landasan bandara. Pesawat keluar dari landasan sejauh 75 meter, dan mengalami kerusakan pada salah satu bagian sayapnya. Sebanyak 171 orang penumpang dan enam awak pesawat selamat. Penyebab kecelakaan diduga akibat cuaca buruk.
Pesawat AdamAir pertama kali mengalami musibah setelah tiga tahun beroperasi, yaitu pada 11 Februari 2006. AdamAir BH-782, Boeing 737-300, Jakarta-Makassar, kehilangan arah dan mendarat di Bandara Tambolaka, NTT. Pesawat membawa 146 penumpang dan 6 awak pesawat. Tidak ada korban.
Berikutnya, AdamAir jurusan Jakarta-Batam mendarat darurat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu, 3 September 2006). Para penumpang pesawat dengan penerbangan KL 296 pun panik karena saat mendarat, ban kanan pesawat pecah hingga menimbulkan suara keras.
Awak pesawat memutuskan mendarat darurat setelah pesawat jenis Boeing 737-400 ini mengalami turbulence atau guncangan beberapa kali. Kala itu pesawat baru 30 menit mengudara.
Saat itu hampir seluruh penumpang mendatangi tempat penjualan tiket dan memprotes pihak AdamAir. Tapi pihak AdamAir cuma merekomendasikan kepada para penumpang untuk mencairkan uangnya kembali di agen tempat mereka membeli tiket.
Beberapa bulan kemudian, 1 Januari 2007, AdamAir DHI-574, Boeing 737-400 Jakarta-Manado via Surabaya, membawa 96 penumpang dan 6 awak, hilang dekat Polewali di Sulawesi. Hanya sebagian kecil bagian pesawat yang ditemukan. Seluruh 102 penumpang dan awak pesawat tidak ditemukan.
Lalu 21 Februari 2007, AdamAir KI-172, Boeing 737-33A Jakarta-Surabaya tergelincir di Bandara Juanda, Surabaya. Badan pesawat melengkung, namun semua penumpang selamat. Atas peristiwa ini, Departemen Perhubungan Republik Indonesia menghentikan sementara pengoperasian tujuh pesawat Boeing 737-300 milik AdamAir.
AdamAir dengan nomor penerbangan KI-207 gagal lepas landas di Bandar Udara Raden Intan, Lampung, Minggu 8 April 2007 pagi. Pesawat jenis Boeing 737-200 rute Lampung-Jakarta tersebut mengalami kerusakan sistem kabel hidrolik sehinga roda depan pesawat tidak menutup.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, insiden ini sempat membuat penumpang panik. Jadwal keberangkatan pesawat di Bandara Raden Intan sempat tertunda selama empat jam. Seluruh penumpang yang berjumlah 125 orang dewasa, empat anak-anak, dan dua bayi dialihkan ke pesawat AdamAir lain.
Lalu 22 hari setelah itu, tepatnya Senin 30 April 2007, pesawat Adam Air jenis Boeing 737 seri 400 jurusan Surabaya-Jakarta, Senin, gagal berangkat. Sedianya pesawat dengan nomor penerbangan KI-171 ini lepas landas pukul 06.15 WIB dari Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Namun, saat pesawat sudah berada di landasan pacu, tiba-tiba ban kiri bagian luar pecah. Pilot pesawat langsung membatalkan keberangkatan. Penumpang pesawat yang berjumlah 140 orang akhirnya dialihkan ke pesawat Adam Air lainnya. [I4]

Ekonomi / Sektor Riil
17/03/2008 13:58 WIB
Hotman: Penerbangan AdamAir Ilegal
M HUSNI NANANG

INILAH.COM, Jakarta – Kuasa hukum Bhakti Investama Hotman Paris Hutapea menegaskan penerbangan yang dilakukan AdamAir pada Senin (17/3) merupakan penerbangan ilegal. Sebab mulai hari ini AdamAir menghentikan pembayaran asuransi pesawatnya.
Hotman menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Summit Mas, Jakarta. Hotman mewakili PT Global Transport Services yang sebelumnya memiliki 19 persen saham dan Bright Star Perkasa pemilik 31 persen saham AdamAir. Kedua perusahaan ini merupakan anak perusahaan Bhakti Investama.
“Mulai hari ini AdamAir tidak bayar asuransi pesawat. Jadi pesawat yang terbang sekarang sudah ilegal. Jadi sesuai UU sebetulnya tidak boleh terbang,” tegas Hotman yang didampingi Direktur Keuangan AdamAir Gustiono Kustianto.
Tidak hanya belum membayar asuransi pesawat, AdamAir juga belum membayar sewa kepada pemilik pesawat.[L5]

Ekonomi / Sektor Riil
17/03/2008 11:41 WIB
Calon Penumpang AdamAir Kembalikan Tiket

INILAH.COM, Jakarta – Sejumlah calon penumpang maskapai AdamAir berbondong-bondong mengembalikan tiket. Pengambalian tiket ini terkait tersendat-sendatnya operasional maskapai yang baru ditinggal investornya itu.
Meski banyak yang mengembalikan tiket, Kepala Administrator Bandara Soekarno-Hatta Herry Bakti menegaskan, tidak ada keributan, semua berjalan normal dan tertib.
“Biasa saja, saya lihat normal-normal saja dan berjalan tertib. Penjagaan juga nggak ketat,” kata Herry saat dihubungi INILAH.COM, Senin (17/3).
Sementara Humas Angkasa Pura II Wasfan mengaku sejauh ini semuanya berjalan normal. “Tapi saya belum lihat situasinya,” kata Wasfan saat dihubungi terpisah.
Soal pengembalian tiket ini dengan uang ini sempat dikecam YLKI. Ketua Bidang Transportasi YLKI Tulus Abadi menilai dalam kasus ini AdamAir tidak bisa hanya mengembalikan uang saja. Seharusnya AdamAir menukar tiket calon penumpangnya dengan tiket penerbangan lain kendati lebih mahal.[L5]

Ekonomi / Sektor Riil
19/03/2008 00:13 WIB
Makanan AdamAir Tak Disentuh
AUGUSTA/NANANG

INILAH.COM, Jakarta – Manajemen AdamAir menyediakan makanan untuk calon penumpang di depan loket penjualan tiket. Tapi, makanan tersebut nyaris tak disentuh penumpang.
Menurut pantauan INILAH.COM, makanan itu disediakan AdamAir dengan dibungkus plastik berwarna hitam. Makanan itu sengaja ditempatkan di sisi terminal, di depan loket penjualan tiket.
Tapi, sampai saat ini, tak banyak penumpang yang mempedulikan makanan tersebut. Terbukti, makanan yang diletakkan di atas sebuah troli itu masih banyak yang tersisa karena tak diambil calon penumpang.
Menurut Susan, seorang calon penumpang AdamAir yang harusnya terbang menuju Denpasar pada pukul 12.00 WIB, selama masa penantian yang panjang itu, pihak AdamAir hanya memberikan kompensasi berupa satu kali makan. [I4]

Regional / Lain-lain
14/03/2008 12:01 WIB
Adam Air Diperiksa Ketat

INILAH.COM, Medan – Pascakecelakaan di Batam, pesawat milik maskapai penerbangan Adam Air menjalani pemeriksaan yang ketat oleh tim Direktorat Sertifikasi dan Kelayakan Udara (DSKU).
“Adam Air saat ini mendapatkan perhatian yang serius dari pihak kita, terutama pascaperistiwa Batam. DSKU ditugaskan untuk memeriksa armada pesawat milik maskapai itu,” ujar Yuli Sudoso, Kepala Administrator Bandara Polonia Medan, di Medan, Jumat (14/3).
Yuli menjelaskan, semua armada pesawat Adam Air kini mendapatkan pemeriksaan yang ketat oleh DSKU, baik di Jakarta maupun di daerah seperti di Medan. Khususnya pesawat jenis sama, yang mengalami kecelakaan dalam peristiwa itu. Yakni pesawat jenis Boeing 737 seri 400.
Kebijakan itu ditempuh oleh Departemen Perhubungan untuk menekan potensi timbulnya kecelakaan baru. Khususnya yang ditimbulkan Adam Air, yang dalam beberapa tahun terakhir memiliki sejumlah catatan hitam yang memperburuk dunia penerbangan tanah air.
“Jika dalam pemeriksaan (rampcheck) ditemukan mengarah pada kondisi pesawat itu buruk, maka kemungkinan akan di-grounded atau izin terbang pesawat dicabut,” tegasnya.
Kondisi itu, menurutnya, dapat mengakibatkan secara operasional penerbangan Adam Air menjadi terganggu atau mengalami penundaan.
Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir kondisi frekuensi penerbangan Adam Air di Medan, khususnya rute Medan-Jakarta, mengalami pengurangan menjadi empat kali penerbangan dari sebelumnya sembilan kali terbang.
Namun, pihak Adam Air di Medan hingga kini belum memberikan keterangan yang resmi terkait pengurangan frekuensi penerbangan tersebut.
Pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan K1292 rute Jakarta-Batam tergelincir saat mendarat di landasan pacu Bandara Hang Nadim, Batam, Senin, (10/3).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu setelah 171 orang penumpang pesawat itu dinyatakan selamat. Namun Bandara Hang Nadim, Batam sempat ditutup sekitar dua jam. [*/R2]

Ekonomi / Sektor Riil
Rabu, 19 Maret 2008
‘Supplier’ Tagih Utang AdamAir
M HUSNI NANANG

Dicabutnya izin terbang AdamAir membuat supplier yang menjadi rekanan maskapai nasional itu kelabakan. Mereka berupaya mendapat kejelasan dan menagih kewajiban yang masih ditanggung AdamAir.

Advertisements