Nasional | Bandung | Selasa, 11 Mar 2008 12:44:42 WIB
Pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia di masa depan tidak dapat dihindari dalam memenuhi kebutuhan enerji masyarakat. Demikian pendapat Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso M.Sc.

“Namun, untuk memenuhi kebutuhan energi sekarang ini, pemanfaatan sumber daya alam seperti gas, batubara dan minyak, relatif masih mencukupi,” kata Djoko, terkait krisis tenaga listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, dari sisi teknologi, PLTN tidak akan bermasalah karena keamanannya telah dirancang dengan baik. Namun demikian, masyarakat akan memerlukan waktu untuk beradaptasi. Masalahnya, menurut dia, terletak pada disiplin, sikap mental dan tingkat peradaban umumnya masyarakat Indonesia dalam mengoperasikan teknologi canggih.

“Dapat saja secara teknologi pesawat terbang itu canggih, namun bila `human error` yang menjadi `crusial point`, maka akan sulit diprediksi tingkat keselamatannya,” ujarnya.

Sejumlah negara maju menggunakan PLTN, seperti Jerman dan Jepang. Teknologinya terus diperbaiki untuk mengurangi segala resiko yang dapat timbul. “Oleh sebab itu, secara teknologi, PLTN dapat dikatakan relatif tidak bermasalah,” katanya. (Ant)

Advertisements