Mensristek Membangkang Perintah Wapres Kalla
Tetap teruskan proyek pembangkit nuklir

http://www.rakyatmerdeka.co.id

Menteri Riset dan Tekhnologi Kusamayanto Kadiman membangkang peintah Wapres Jusuf Kallla. Ia bertekad meneruskan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Bekas Rektor ITB ini mengatakan, selama ini menganggap pernyataan Presiden SBY maupun Wapres Jusuf Kalla yang disampaikan di media massa sebagai perintah.
“Buat saya pidato kalimat-kalimat RI-1 (presiden) dan RI-2 (Wapres) di media adalah perintah yang musti saya jalankan kecuali itu bertentangan dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka.
Kalaupun ada keraguan, sambung Kusmayanto, maka dia akan meminta arahan dan klarifikasi dari presiden dan wapres.
Namun ketika Wapres Jusuf Kalla mengeluarkan pernyataan untuk menghentikan proyek nuklir, Kusmayanto memilih untuk tak mematuhi; Ia yakin, pernyataan wapres itu bukan perintah kepada dirinya untuk menghentikan proyek mercusuar itu.
Alasan Kusmayanto kuat, yakni Rencana Pembangunan Jangka Panjang yang menyebutkan 2015-2019, Indonesia harus menghasilkan listrik dari nuklir. Kemudian Keppres 5/2006 yang diteken Presiden SBY yang isinya pada 2016 Indonesia sudah harus menghasilkan listrik dari PLTN, “Belum ada perintah mengubahnya,”.
Kusmayanto akan tetap melakukan sosialisasi pembanghunan pembangkit nuklir. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi apakah proyek ini perlu dilanjutkan atau dihentikan.
Ia memastikan jika PLTN ini terbangun maka harga listrik bisa menjadi lebih murah yakni kurang dari 4 sen dolar AS per kWh. Biaya produksi PLTN hanya bisa disamai oleh pembangkit yang menggunakan bahan batubara.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana berharap jangan ada menteri yang membantah perintah presiden dan wapres. Ia mengakui di masa depan Indonesia memerlukan energi alternatif diluar minyak bumi, salah satunya nuklir.

Advertisements