SIARAN PERS

Hasil Rembug Madya

Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional

Tanggal 11 – 14 Februari di Hotel Kaisar Jakarta Selatan

Jakarta, 17 Februari 2008

Kepada

Yth. Pimpinan  Redaksi

Media

 

Di

TEMPAT

Hal : PENOLAKAN TERHADAP PLTN MURIA

Berdasarkan kesimpulan rapat peserta Hasil Rembug Madya Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional seluruh Indonesia Tanggal 11 – 14 Februari di Hotel Kaisar Jakarta Selatan, yang diikuti oleh 33 provinsi.

Kami memperhatikan usulan dari KTNA Jawa Tengah yang lebih dulu menyikapi penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria. Maka secara bulat hasil Rembug Madya KTNA menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. MENOLAK DENGAN TEGAS  rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dibangun pemerintah di Semenanjung Muria. Karena telah menimbulkan keresahan bagi para petani dan nelayan di wilayah tersebut.
  1. MENOLAK DENGAN TEGAS rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dibangun pemerintah di Semenanjung Muria. Karena mengancam ketahanan pangan di Jawa Tengah, karena daerah tapak Muria adalah daerah subur. Sehingga pembangunan PLTN itu dipastikan akan mengorbankan lahan subur di kawasan tersebut dan menghilangkan mata pencarian petani dan nelayan setempat.

  1. MEMINTA semua pihak untuk menahan diri dari upaya-upaya membujuk warga (petani) agar menerima proyek tersebut, karena bisa mengakibatkan konflik horizontal.
  1. MEMINTA pemerintah agar memikirkan energi alternatif yang ramah lingkungan dan bersahabat bagi petani dan nelayan.

Sikap KTNA ini menyusul surat yang telah kami kirimkan kepada Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah acara PENAS KTNA XII 7 Juli 2007 di Banyu Asin, Sumatera Selatan. (terlampir)

Kami berharap semua pihak menyadari pentingnya memperhatikan masalah diatas agar tidak timbul masalah yang lain.

 

 

 

Hormat kami,

Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalah (KTNA)

 

 

Ir. H Winarno Thohir

Ketua Umum

 

Advertisements