Minggu, 03/02/2008 14:47 WIB
Alih Istik Wahyuni – detikfinance

Jakarta – Target pengembangan energi alternatif dalam APBN 2008 menurun dibandingkan tahun lalu. Alasan utamanya antara lain keterbatasan dana.

Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Departemen EDSM J Purwono mencontohkan program pembagian Solar Home System (SHS) atau panel surya secara gratis pada masyarakat di lokasi terpencil.

Pada 2007, pemerintah membagikan sekitar 30 ribu unit SHS dengan dana sebesar Rp 220 miliar dari APBN. Setiap SHS itu dibagikan ke keluarga yang tinggal di daerah yang tidak terjangkau listrik.

Seharusnya, tahun ini pemerintah membagikan SHS dua kali lipat dari 2007 atau sekitar 50-60 ribu unit SHS. Tapi karena keterbatasan dana APBN, maka target tersebut tidak terpenuhi. Alih-alih dua kali lipat dari tahun lalu, SHS yang dibagikan tahun ini justru akan lebih sedikit dari 2007.

“Ya karena dana terbatas. Jadi mungkin lebih sedikit dari tahun lalu,” katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (3/2/2008)

Untuk tahun 2008, dana pengembangan energi alternatif dianggarkan sebesar Rp 300 miliar saja. Padahal, tak hanya SHS, dana itu juga akan digunakan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin/bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga microhydro (PLTM).

(lih/nrl)

Advertisements