KORAN TEMPO – Headline
Golkar Tak Akan Persulit Pemeriksaan Priyo
bUdi priyo santoso
“Saya clear.”

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan partainya tidak akan mempersulit Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memeriksa Priyo Budi Santoso. “Kalau memang ada anggota Golkar yang bersalah, Jusuf Kalla (Ketua Umum Partai) sudah bilang tidak akan menghalangi penyelidikan,” kata Agung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat kemarin.

Setelah beberapa kali tak hadir, Priyo, Ketua Fraksi Golkar di DPR, kemarin memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa. Priyo diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana Rp 9,4 miliar dalam proyek pembangunan gedung Pusat Pendidikan dan Latihan di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Agung mengungkapkan, sebelum datang ke KPK, Priyo sempat menemui dirinya. “Saya tanya dia terlibat atau tidak. Dia bilang tidak,” katanya. Agung kemudian meminta Priyo menjelaskan hal itu kepada KPK.

Setelah diperiksa lebih dari dua jam, Priyo menyatakan ia tidak tahu-menahu mengenai aliran dana ke beberapa anggota DPR terkait dengan proyek di Bapeten itu. “Saya tidak menerima. Mengenai itu, saya clear,” katanya. “Proses itu (terjadi) setelah saya dipindahkan.”

Sebelumnya, nama Priyo disebut oleh Noor Adenan Razak, mantan anggota Komisi VIII DPR periode 1999-2004, saat menjadi saksi persidangan kasus ini dengan terdakwa pemimpin proyek Sugio Prasojo. Noor Adenan mengaku menerima duit dari Sugio senilai Rp 1,527 miliar, dan sejak 5 Desember lalu ditahan dengan status tersangka.

Menurut Priyo, proyek itu terjadi setelah pada September 2004 ia dipindahkan dari Komisi VIII ke Komisi II. Jabatannya di Panitia Anggaran pun saat itu dialihkan ke anggota Golkar lainnya.

Dalam pemeriksaan kemarin, ia melanjutkan, penyidik mengajukan 17-19 pertanyaan kepadanya seputar prosedur atau proses yang dijalankan Panitia Anggaran dalam menyetujui anggaran program. Penyidik juga sempat menanyakan hubungan antara Priyo dan Noor Adenan. Tapi, ujarnya, sama sekali tidak ada pertanyaan soal aliran uang dari Bapeten ke anggota DPR.

Priyo mengatakan, sebelum memanggil dirinya, KPK telah memanggil mantan anggota Panitia Anggaran, Simon Patrice Morin dan Maksum Zaeladri. “Saya lega sudah memberi kesaksian. Ini membuktikan saya taat hukum,” ujarnya. “Saya siap memberi keterangan kalau dipanggil lagi.”

Ia juga membantah kabar bahwa selama ini ia mangkir atau sengaja menghindar dari panggilan penyidik KPK. Ia mengatakan KPK hanya memanggilnya satu kali, dan ketika itu ia sedang berkunjung ke Portugal terkait dengan tugasnya sebagai anggota DPR. “Dengan persetujuan pimpinan KPK, saya diminta datang pada 3 Januari,” katanya.

Pernyataan itu berbeda dengan keterangan juru bicara KPK, Johan Budi, yang mengatakan surat panggilan kepada Priyo sudah dilayangkan pada 10 dan 17 Desember lalu. Setelah mangkir dua kali, Priyo juga tak datang memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan pada dua hari lalu. DWI RIYANTO | KURNIASIH | PURBORINI

Kamis, 03 Januari 2008
Nasional
Priyo Budi Santoso Diperiksa KPK Hari ini

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi rencananya hari ini akan memeriksa Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso. Bekas anggota Panitia Anggaran DPR ini akan dimintai keterangan oleh KPK terkait dengan kasus korupsi Rp 9,414 miliar proyek pembangunan gedung Pusat Pendidikan dan Latihan di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

“Sesuai dengan kesepakatan saya dengan Pak Erry (Erry Riyana Hardjapamekas, Wakil KPK saat itu), saya akan diperiksa tanggal 3, bukan 2 Januari,” katanya kemarin.

Priyo mengaku siap memenuhi panggilan KPK. Tapi ia belum tahu pasti waktu pemeriksaan. “Saya akan berkomunikasi dulu dengan pimpinan KPK soal jam pemeriksaan. Tak ada niat menghindari pemeriksaan,” ujarnya.

Juru bicara KPK, Johan Budi, sebelumnya mengatakan Priyo tak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan pada 2 Januari. Kata Johan, sampai kemarin sore Priyo belum memberikan konfirmasinya.

KPK, kata Johan, telah memanggil Priyo untuk ketiga kalinya pada awal Januari. Dua panggilan sebelumnya pada 10 dan 17 Desember.

Nama Priyo disebut oleh Noor Adenan Razak, mantan anggota DPR periode 1999-2004 yang menjadi saksi persidangan kasus korupsi pengadaan lahan Pusdiklat Bapeten dengan terdakwa pemimpin proyek Sugio Prasojo. Noor Adenan Razak mengaku menerima duit dari Sugio senilai Rp 1,527 miliar.

Priyo sendiri enggan berkomentar soal pemeriksaan yang akan dijalaninya. Ia mengaku tak mengingat kejadian tersebut. “Saya juga tidak mau mendahului KPK,” katanya. Selain itu, Priyo mengaku baru satu kali menerima pemanggilan KPK. PURBORINI | PRAMONO
koran

Advertisements