28/08/2007 12:06 WIB
Triono Wahyu Sudibyo – detikcom

Semarang – Ratusan petani yang berasal dari berbagai organisasi dan BEM di Jawa Tengah berunjuk rasa menolak rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria, Jepara, Jawa Tengah.

Aksi dilakukan di halaman Kantor DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (28/8/2007). Mereka yang berasal dari Batang, Pati, Kudus, Jepara, dan daerah-daerah lain datang dengan mengendari puluhan bus dan mobil pribadi.

Para demonstran tampaknya cukup serius mempersiapkan aksi tersebut. Buktinya, mereka mendirikan panggung berukuran 5 kali 4 meter. Di latar panggung itu bertuliskan “Tolak Presiden dan Calon Gubernur yang Pro PLTN.”

Selain orasi, aksi itu juga diisi dengan pentas musik dan teatrikal. Para peserta aksi yang terdiri dari beragam usia, status, dan asal itu kadang berjingkrak, berteriak-teriak, dan ikut menyanyi saat sejumlah orator tampil di panggung.

Salah satu petani asal Batang, Sofi mengatakan, karena belum bisa menangani bencana Lumpur Lapindo, banjir, kelangkaan pupuk, dan lain-lain, masyarakat berharap pemerintah tidak berspekulasi dengan membangun PLTN.

Hingga pukul 12.00 WIB, aksi terus berlanjut. Karena cuaca yang sangat panas, sebagian besar peserta memilih minggir dari depan panggung dan berteduh di teras gedung DPRD.

Menurut rencana, PLTN Muria dengan kapasitas 4.000 megawatt dibangun pada tahun 2010 dan diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2016. Namun hingga saat ini tidak ada kejelasan mengenai tahap-tahap pembangunan setelah gelombang unjuk rasa menolak ada di sejumlah daerah di Jateng. (try/nrl)

Advertisements