01/09/2007 09:57 WIB
Jay Rahman – detikcom

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah menandatangani kontrak untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Pembangunan PLTN ini pun mendapat penolakan dari masyarakat.

5.000 Pendemo dari warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, yang menolak pembangunan PLTN, akan mendatangi Gedung NU Jl Pemuda 51 A, Jepara, Jawa Tengah yang akan berlangsung acara Mubaatsah yaitu acara yang memaparkan manfaat dan kerugian penggunaan PLTN.

Acara ini akan dihadiri oleh Menristek Kusmayanto Kadiman, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, dan Gus Dur.

Para pendemo tersebut sudah mulai berjalan sejak Jumat 31 Agustus pukul 19.30 WIB dari Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, sekitar 35 km menuju Gedung NU.

Dalam perjalanan, mereka membawa beberapa obor, bekal makanan dan spanduk-spanduk yang bertuliskan penolakan PLTN.

Hingga pukul 09.30 WIB, pendemo beristirahat sejenak di Muleharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Pendemo yang terdiri dari anak-anak hingga lansia ini terlihat sedang makan.

Penjagaan dari kepolisian pun cukup ketat. Di setiap perempatan dari Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara menuju Gedung NU terdapat 25 personel kepolisian.

Jalan Pemuda ini pada saat acara berlangsung sampai selesai akan ditutup hingga pukul 16.00 WIB.
(ziz/mly)

Advertisements