11/07/2007 15:45 WIB
Gede Suardana – detikcom

Denpasar – Mengantisipasi krisis listrik pemerintah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pemerintah berjanji, PLTN akan dibangun jika bisa diterima masyarakat.

“Pembangunan PLTN ada yang menentang dan ada yang menerima. Jadi sebelum dibangun dan dikembangkan harus ada penerimaan masyarakat terlebih dahulu,” kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Taman Soekasada Ujung, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (11/07/2007).

Purnomo mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Di manapun PLTN di dunia, yang terpenting masyarakat bisa menerima atau tidak. Nanti pada saatnya akan ada pada suatu titik, dimana kita melihat penerimaan masyarakat,” katanya.

Selain melakukan sosialisasi, Purnomo menambahkan, pihaknya juga sedang melakukan pengembangan teknologi. “Teknologinya ada di Serpong, Tanggerang. Di sana sudah ada pembangkit reaktor dengan kekuatan 30 megawatt. Tetapi Itu bukan ditujukan untuk pembuatan senjata nuklir tetapi untuk kesehatan, pertanian, dan tujuan damai lainnya. Kita juga sudah memiliki ahlinya,” katanya.

Terkait dengan keamanan penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik, Purnomo mengatakan, negara pengguna energi nuklir sebagai tenaga listrik, yaitu negara di Eropa seperti Prancis dan Jepang tidak mengalami masalah. “Prancis 80 persen tenaga listrik berasal dari nuklir,” ujarnya. (gds/djo)

Advertisements