Selasa, 19 Juni 2007

Jakarta – Sejumlah anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia pada 2016. Namun, untuk mengurangi penolakan dari masyarakat, perlu dilakukan sosialisasi yang persuasif dan akurat. Hal ini mengemuka dalam rapat kerja dengan Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Kusmayanto Kadiman kemarin.

Tanpa menyebutkan lokasi pembangunan proyek, H Ali Mubarak dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mengatakan, anggaran untuk pembangunan instalasi nuklir harus tinggi karena posisi Indonesia saat ini sudah kalah di mana-mana. “Kalau bisa nuklir kita menyaingi Korea Utara,” ujarnya.

Dalam dua pekan terakhir, masyarakat Jepara, Kudus, dan sekitarnya, yang difasilitasi sejumlah lembaga swadaya masyarakat, terus-menerus menggelar unjuk rasa menolak rencana pembangunan PLTN di Muria, Jawa Tengah. Mereka khawatir PLTN akan bocor, seperti yang terjadi di Chernobyl, Rusia, sehingga mengancam keselamatan jiwa penduduk setempat.

Karena itu, M. Najib dari Fraksi Amanat Nasional dan Syamsul Bachri dari Fraksi Partai Golkar menekankan pentingnya sosialisasi tentang pentingnya PLTN. Tanpa sosialisasi yang matang, penolakan dari masyarakat akan semakin menguat.

Sekarang ini, kata Najib, dunia–termasuk Indonesia–sedang diteror Amerika Serikat. Karena itu, jika kita berbicara masalah teknologi nuklir, masyarakat akan menganggap hal tersebut adalah senjata pemusnah massal. “Hal ini harus dilawan dengan sosialisasi yang benar oleh Kementerian Riset dan Teknologi,” ujarnya dalam rapat yang dipimpin Sony Keraf itu.

Menanggapi semua itu, Kusmayanto menyatakan pihaknya tengah berupaya melakukan sosialisasi, antara lain melalui pembuatan buku bahan ajar dan pesan layanan masyarakat melalui media massa serta mengadakan acara-acara seputar teknologi nuklir.

Tentang pengolahan limbah nuklir, kata dia, Indonesia akan menggunakan jasa Amerika Serikat melalui kerja sama Global Nuclear Energy Partnership. (Sorta Tobing)

Advertisements