Indonesia Media Monitoring

DPR Nyatakan Lumpur Lapindo Peristiwa Alam

Posted in Lingkungan by monitoringmedia on February 18, 2008

http://www.tempointeraktif.com

Senin, 18 Februari 2008
Headline
DPR Nyatakan Lumpur Lapindo Peristiwa Alam

“Tidak ada kaitannya dengan manusia.”

JAKARTA — Tim Pengawas Penanganan Dampak Semburan Lumpur Lapindo Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan semburan lumpur panas Lapindo terjadi bukan akibat kesalahan manusia, melainkan lantaran faktor alam. Hal itu berkait dengan beberapa patahan lapisan bumi yang memunculkan gunung api lumpur atau mud volcano.

“Artinya, itu peristiwa alam. Tidak ada kaitannya dengan manusia,” kata Tamam Achda, Wakil Ketua Tim Pengawas, saat dihubungi Tempo kemarin. Rencananya, laporan tim itu akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa besok. “Tim memberikan laporan berdasarkan hal-hal yang telah menjadi fakta,” katanya.

Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, mulai terjadi sejak 29 Mei 2006. Titik lokasi awal berada di 150-200 meter arah barat daya sumur Banjarpanji, yang dibor oleh Lapindo Brantas Inc. Hingga kini semburan tersebut belum bisa dikendalikan dan area yang terendam lumpur terus meluas hingga mencapai ratusan hektare. Penyebab semburan sampai detik ini masih diwarnai pro dan kontra antara kesalahan Lapindo dan peristiwa alam.

Menurut tim itu, Tamam melanjutkan, peristiwa semburan lumpur merupakan hal yang lazim. Merujuk pendapat para ahli, hal serupa dinyatakan pernah terjadi pada masa Majapahit di lokasi yang berdekatan. Dalam kasus yang terjadi di Porong, sejak dua tahun lalu para ahli geologi menyebut semburan lumpur tersebut bukan kesalahan Lapindo sebagai penambang. “Bukan pula kesalahan akibat pemasangan casing, melainkan akibat guncangan tektonik gempa di Yogyakarta dua hari sebelum semburan terjadi,” kata Tamam.

Seorang guru besar geologi ITB, Profesor Dr Sukendar Asikin, menurut Tamam, pernah menyatakan, pascagempa tektonik di Yogya, sesaat kemudian terjadi pergeseran lempeng di bawah tanah. “Baru dua hari kemudian terjadi semburan itu,” katanya.

Meski disebutkan bahwa semburan lumpur merupakan peristiwa alam, tidak ada rekomendasi tim yang menyatakan kasus di Porong tersebut sebagai bencana nasional. Yang ada, Tamam melanjutkan, tim meminta Lapindo menyelesaikan kewajiban pembayaran jual-beli tanah korban semburan lumpur. Juga meminta pemerintah membenahi kerusakan infrastruktur di sana agar tak mengganggu dan semburan lumpur tak kian meluas.

Hal itu dibenarkan sejumlah politikus Senayan yang dihubungi Tempo kemarin. “Mau ditetapkan sebagai bencana nasional atau tidak, itu kewenangan pemerintah. DPR tak punya kewenangan,” kata Tamam.

Mara Satriawangsa, Vice President Bakrie Group sebagai pemilik saham Lapindo, enggan berkomentar soal laporan tim DPR itu. “Saya belum tahu apa-apa. Jadi belum mau komentar,” katanya saat dihubungi kemarin.

Adapun Vice President Human Resources and Public Relations Lapindo Yuniwati Teryana menyatakan pihaknya menjamin tetap akan memenuhi kewajiban membayar ganti rugi korban lumpur di Sidoarjo. “Komitmen itu tetap akan kami pegang seandainya semburan lumpur tersebut ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional,” katanya kemarin. DWI WIYANA | EKO ARI | WAHYUDIN FAHMI | HARUN MAHBUB | RADEN RACHMADI

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. liliz said, on May 18, 2009 at 6:57 am

    kan seharusnya karena manusia, salah ngebor minyak !!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: